Jumat, 16 Desember 2011

Menengok Keluar "Jendela"

Pertanyaan: Kira-kira, apa yang pertama kali anda lakukan ketika anda membeli sebuah pc ataupun laptop baru yang belum ada isinya (baca: sistem operasi) sama sekali? Saya yakin, kebanyakan dari kita akan menjawab “minta tolong ke mas/mbak penjual atau ke teman atau secara mandiri menginstall Windows”. Yang dimaksud menginstall windows ini tidak sekedar menginstall “OS Windows” semata, akan tetapi dibarengi dengan menginstall “teman-temannya”, semacam Microsoft Office, Corel, Photoshop, ACDsee, dan seabreg software lain yang terkadang kita sendiri tidak pernah menggunakannya. Proses menginstall Windows dan rekan-rekan ini sepertinya menjadi sebuah ritual bagi hampir sebagian besar pemilik pc atau laptop di Indonesia. Sebuah ritual yang sangat mahal, dan jika ini menjadi kebiasaan pengguna komputer di Indonesia, maka sebenarnya rakyat Indonesia jauh lebih kaya dari warga negara lain, bahkan Amerika sekalipun. Kok?
Mari kita lihat, sebenarnya seberapa mahal proses ritual tersebut.

Install Windows 7 Ultimate
Rp. 2.000.000
Install Corel Draw X5
Rp. 4.000.000
Install Adobe Photoshop CS3
Rp. 7.000.000
Install Microsoft Office 2010
Rp. 5.000.000
Total
Rp. 18.000.000

Wah, jumlah yang sangat fantastis bukan? Bisa dibayangkan, jika setiap orang yang membeli komputer menghabiskan uang sebanyak itu untuk “mengisi” komputer mereka, maka pendapatan mereka pastilah besar. Tapi ternyata tidak. Karena, di Indonesia semua itu bisa kita lakukan dengan modal enam ribu rupiah (dengan asumsi biaya menyewa satu cd Rp. 2000 dan ada promo sewa 3 bonus 1).
Ya, sebagian besar pengguna komputer di Indonesia telah sangat terbiasa menggunakan barang bajakan. Karena saya termasuk dari pengguna komputer tersebut, tentu saya termasuk dalam golongan yang terbiasa tersebut. Namun, itu dulu. Saat ini saya sedang dalam proses untuk bermigrasi ke lingkungan yang legal dan murah, bahkan gratis, yaitu ke lingkungan open source.
Ketika mendengar kata open source, orang sering mengasosiasikannya dengan linux. Dan ketika mendengar linux, sebagian besar orang akan membayangkan sebuah software yang susah dan rumit. Tidak sedikit pula pengguna komputer yang sama sekali tidak mengetahui tentang keberadaan linux. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai linux (karena sejujurnya saya juga bukan ahli per-linux-an), namun saya akan mencoba untuk berbagi pengalaman dalam menggunakan salah satu distribusi linux. Semoga artikel yang saya susun ini bisa menghapuskan kesan susah ataupun angker dari linux, atau setidaknya sebagai sarana perkenalan para pembaca sekalian terhadap linux. Perlu diperhatikan bahwa tulisan ini dibuat bukan dengan tujuan untuk membandingkan kelemahan atau kelebihan satu sistem operasi dengan lainnya, akan tetapi untuk lebih mengenalkan sistem operasi alternatif bagi para pembaca yang ingin menggunakan software legal yang murah.

Saat ini di laptop saya terinstall sistem operasi berbasis linux yaitu Ubuntu versi 11.10. Lebih jauh mengenai ubuntu dapat dilihat di websitenya di www.ubuntu.com. Dalam artikel ini saya akan mencoba untuk memperkenalkan ubuntu kepada pembaca sekalian, termasuk didalamnya akan coba saya singgung sedikit mengenai beberapa software tambahan yang bisa mendukung pekerjaan.

Tampilan Desktop Ubuntu 11.10
Gambar diatas merupakan screenshot dari desktop ubuntu yang saya gunakan sehari-hari. Saya pribadi berpendapat bahwa saat ini desain dari desktop Ubuntu sudah bisa dibandingkan keindahannya dengan tampilan desktop dari sistem operasi lain. Para developer telah memperhatikan bahwa untuk mempopulerkan ubuntu perlu sebuah disain tampilan yang segar dan menarik.

Proses instalasi Ubuntu berbeda dengan proses instalasi Windows. Ketika kita menginstall ubuntu, kita sekaligus akan mendapatkan paket software yang berguna untuk mendukung pekerjaan tanpa harus melakukan proses instalasi tambahan. Software tersebut diantaranya adalah
  1. Libre Office: aplikasi office suite dengan fitur yang lengkap. Saat ini versi terbaru libre office adalah versi 3.4.4. Libre office memiliki kemampuan untuk membaca file-file microsoft office, baik versi 2003 (doc, ppt, xls) ataupun versi 2007 & 2010 (docx, pptx, xlsx). Kita tidak perlu menginstall linux untuk mencoba software ini karena Libre Office juga tersedia untuk Windows dan MacOS.
Tampilan Libre Office Writer
  1. Shotwell: software penampil file-file gambar / foto. Serupa dengan windows photo viewer ataupun ACDsee.
  2. Empathy: aplikasi instant messaging (IM) multiprotokol. Aplikasi ini mampu menampung akun dari berbagai media sosial seperti Yahoo!, gtalk, dan facebook.
  3. Firefox: software untuk menjelajah internet, sama persis dengan versi windowsnya
  4. Banshee & Totem Movie Player: software pemutar file audio dan video
  5. Document Viewer: software untuk membaca file pdf dan format buku digital lain.
Dan masih banyak lagi software tambahan yang membuat kita langsung bisa bekerja dengan Ubuntu.

Meskipun dalam paket instalasi Ubuntu telah disertakan beberapa software yang berguna, namun adakalanya kita perlu untuk mencari software spesifik yang sesuai dengan kebutuhan kita. Di lingkungan linux, sebagian besar software nya bersifat open source dan harganya gratis, sehingga jarang diketemukan cd yang berisi software linux. Kalaupun ada, saya sarankan anda untuk tidak membelinya, ya karena kita bisa mendapatkannya secara gratis di website developer software tersebut. Di Ubuntu, kita tidak perlu repot-repot mencari software tertentu lewat Google, karena telah disediakan sebuah aplikasi terpadu untuk mencari dan menginstall software yang kita perlukan. Aplikasi itu adalah Ubuntu Software Center (USC)


Tampilan Ubuntu Software Center
Kumpulan software yang disediakan di USC sangat lengkap. Beragam software tersedia untuk kita install, dan kebanyakan diantaranya gratis. Dalam USC, ragam software ini dikelompokkan berdasarkan fungsinya, misalkan untuk keperluan grafis, multimedia, perkantoran (office), permainan, dan sebagainya. Jadi kita tidak perlu khawatir tidak bisa menemukan software yang sering kita gunakan di Windows. Sebagai contoh, saya akan menampilkan software pengolah gambar yang ada di Linux. Kalau di Windows kita mengenal Photoshop dan Corel Draw, maka di Linux ada Gimp untuk mengedit foto dan Inkscape untuk menggambar vektor.

Tampilan GIMP

Tampilan Inkscape

Di tangan para profesional, kedua software gratisan tersebut mampu menghasilkan karya-karya yang tidak kalah bagusnya dengan hasil olahan software sejenis yang harganya cukup mahal. Jika anda tertarik untuk mempelajari, silahkan saja berkunjung ke website masing-masing

Secara umum, saya sangat menikmati bekerja menggunakan Ubuntu dan software opensource lainnya. Memang, ketika kita mencoba sesuatu yang baru dan diluar kebiasaan, kita harus melewati proses belajar lagi, dan terkadang hal itu cukup berat. Akan tetapi beratnya proses belajar itu sebanding dengan perasaan lega dalam hati karena pada akhirnya saya telah menggunakan software legal.

Saya adalah salah satu pengguna Ubuntu yang merasa puas dengan fitur yang ditawarkan. Namun tidak sedikit pula pengguna komputer yang pada akhirnya kapok untuk menggunakan sistem operasi berbasis Linux karena mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan. Anda punya cerita tentang sistem operasi yang pernah anda gunakan?

Rabu, 14 Desember 2011

Pagi Hari : Antara Tidur dan Dzikir


Pagi hari, tatkala udara masih terasa dingin, menggoda seseorang untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski adzan Subuh sudah berkumandang. Atau usai mengerjakan shalat Subuh, seolah betapa nikmat melanjutkan tidur atau bermalas-malasan. Padahal ada satu aktifitas yang semestinya dilakukan seorang muslim pada pagi hari. Yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengajarkan, agar kita berdzikir pada waktu pagi hari, bukan justru melanjutkan tidur.

Tidur pagi (setelah subuh) bukanlah kebiasaan yang baik. Orang-orang yang dikenal “menyukai” kasur hanyalah para bayi dan orang-orang sakit, serta para pengangguran. Untuk kelompok pertama dan kedua, tidur mereka lantaran karena kondisi. Sementara untuk golongan ketiga, karena tuntutan “profesi” yang dampaknya memupuk kemalasan.
Namun adakalanya, orang yang tidak termasuk dalam golongan di atas, menggandrungi ranjang sehabis shalat Subuh. Bahkan seolah-olah menjadi kurikulum tetap yang tidak bisa diganggu gugat. Oleh karenanya, tulisan ini ingin menggugah semangat kita untuk memulai aktifitas sedini mungkin, di pagi hari yang berudara segar.


Tidur Pagi Bukan Kebiasaan Para Salaf (Generasi Pendahulu Islam)

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Abu Wa’il Syafiq bin Salamah al Asadi, ia berkata:
Suatu hari, usai kami shalat Shubuh, kami pergi menemui ‘Abdullah bin Mas’ud. Kami mengucapkan salam di sisi pintu. Kami diizinkan masuk. Namun kami putuskan untuk menunggu sejenak (di luar).
Seorang budak berkata: “Tidakkah kalian masuk saja?”
Kami masuk, dan ia (Ibnu Mas’ud) sedang duduk bertasbih.
Dia bertanya: “Apa yang menghalangi kalian masuk, padahal sudah dipersilahkan?”
“Tidak apa-apa. Hanya saja kami mengira masih ada anggota keluarga yang masih tidur (sehingga kami tidak langsung masuk ke dalam),” jawab kami.
Ibnu Mas’ud berkata: “Kalian mengira keluarga Ibnu Ummu Abd (maksudnya ia sendiri) adalah orang-orang yang lalai?”
Ia meneruskan untuk bertasbih, sampai tatkala mengira matahari telah terbit, ia memanggil budaknya dengan bertanya: “Lihatlah, apakah sudah terbit?”
Budak itu melihatnya, tetapi belum terbit. Maka ia (Ibnu Mas’ud) meneruskan tasbihnya. Sampai ketika mengira matahari telah terbit, maka ia memerintahkan budak perempuannya: “Wahai, budak. Tolong lihat, apakah sudah terbit?”
Ia (budak itu) melihat, dan ternyata matahari sudah terbit. Maka Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhun berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan hari kami ini, tidak membinasakan kami dengan dosa-dosa kami”.[1]
Syaikh ‘Abdur Razzaq Al Badr berkata,”Dialog dalam atsar di atas mencerminkan gambaran secara jelas tentang kehidupan yang penuh dengan vitalitas dan tekad tinggi untuk mengoptimalkan waktu pagi hari di kalangan para salafush shalih, terutama para sahabat lantaran kedalaman ilmu din, sehingga mereka memberikan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing.”[2]
Ketika Abu Wa’il dan kawan-kawannya datang kepada Ibnu Mas’ud, saat itu adalah waktu-waktu yang penuh berkah lagi berharga. Yaitu waktu untuk tekun dan melakukan dzikir kepada Allah, dan meningkatkan semangat menambah kebaikan. Hanya saja, tidak sedikit orang yang kurang memperhatikan. Waktu yang sangat berharga itu menjadi sia-sia, dilewatkan dengan tidur, bermalas-malasan dan patah semangat, atau disibukkan dengan perkara-perkara yang kurang bermanfaat. Apalagi jika mengawalinya dengan kegiatan yang diharamkan. Wal iyadzu billah!
Pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua yang hanya menyisakan tubuh tanpa daya. Barangsiapa yang terbiasa dengan sesuatu kebiasaan pada masa mudanya, niscaya ia terbiasa mengerjakannya pada masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada pagi harinya akan mempengaruhi semangat kerja sepanjang harinya. Jika ia memulai dengan tekun, maka akan menyelesaikan harinya dengan penuh ketekunan. Jika mengawalinya dengan kemalasan, maka itulah yang akan dominan. Barangsiapa mampu mengendalikan hari, yaitu awalnya, niscaya seluruh harinya akan selamat dengan izin Allah. Dia akan ditolong untuk dapat mengerjakan kebaikan dan keberkahan. Ini seperti pepatah “harimu bagaikan ontamu, apabila yang pertama dapat engkau taklukkan, niscaya onta-onta di belakangnya akan mengikutimu”. Makna pepatah ini sejalan dengan pernyataan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu a’nhu : “Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan hari kami ini, tidak membinasakan kami dengan dosa-dosa kami”.


Tidur Pagi, BERBAHAYA!

Ibnul Qayyim berkata: “Di antara perkara yang dibenci di kalangan para salaf, yaitu tidur antara usai shalat Shubuh dan terbitnya matahari. Sebab, waktu-waktu itu adalah saat keberuntungan. Aktifitas yang dikerjakan pada waktu-waktu tersebut memiliki nilai istimewa. Bahkan kalau orang-orang telah berjalan semalam suntuk, mereka tidak diperbolehkan untuk beristirahat pada waktu tersebut sampai matahari terbit. Saat itu adalah permulaan hari dan kuncinya, waktu turunnya rejeki dan terjadinya pembagian rejeki dan barokah. Selain itu, (terhitung) saat itulah pergerakan hari bermula. Keadaan seluruhnya tergantung pada bagiannya. Maka seharusnya (kalau harus tidur), maka itu adalah tidur yang sifatnya darurat”.[3]
Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia melihat seorang anaknya tidur pada waktu pagi. Maka ia berkata,”Bangun, engkau tidur saat rejeki dibagi-bagikan”.[4]
Ibnul Qayyim mengingatkan kita: “Tidur pada pagi hari menghalangi datangnya rejeki. Sebab waktu pagi adalah saat pencarian rejeki oleh para makhluk. Pagi adalah waktu pembagian rejeki. Maka tidur pada waktu tersebut, akan menjadi penghambat menerima rejeki, kecuali karena alasan tertentu, atau kondisi darurat. (Tidur pagi hari) sangat berbahaya bagi jasmani, karena membuat malas badan dan merusak metabolisme yang diolah oleh tubuh. Akibatnya, (dapat) menyebabkan kegoncangan, kegelapan dan kelemahan fisik. Kalau itu terjadi sebelum buang air besar, bergerak dan olah raga serta menyibukkan lambung dengan sesuatu, maka itu merupakan penyakit berbahaya yang akan melahirkan berbagai penyakit”.[5]


Kekuatan Dzikir di Pagi Hari

Shalat Subuh menjadi kegiatan fardhu pertama bagi seorang muslim setiap harinya. Hikmahnya pun banyak. Hal ini bisa dirasakan oleh setiap muslimin yang tidak melewatkan ibadah pembuka ini secara berjamaah di masjid.
Ditambah lagi dengan ibadah sunnah yang mengiringinya, seperti dzikir pagi yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengingatkan seseorang untuk senantiasa duduk tepekur mengingat Yang Maha Kuasa. Wirid-wirid dalam dzikir pagi tersebut mencakup berbagai makna agung. Di antaranya, pengakuan hamba sebagai makhluk yang lemah, pengakuan keesaan Allah ketika kita beribadah, penyerahan diri secara total kepada Allah, permohonan perlindungan kepada Allah dari segala bahaya. Ungkapan-ungkapan yang apabila diketahui dan dihayati, akan melahirkan keyakinan, optimisme dan meningkatkan semangat mengais kebaikan pada pagi itu. Ringkasnya, menekuni dzikir pada pagi hari akan melahirkan kekuatan dan semangat dalam menjalani aktifitas harian.
Ibnul Qayyim menceritakan,”Suatu kali, aku pernah menjumpai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah usai melaksanakan shalat Shubuh. Dia duduk sambil terus melantunkan dzikir kepada Allah Ta’ala sampai separo siang. Kemudian ia menoleh kepadaku, seraya berkata,’Inilah aktifitas pagiku. Jika aku tidak mengamalkannya, kekuatanku jatuh, atau pernyataan yang hampir serupa dengan itu’.”[6]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa memohon keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi.
عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا قَالَ وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ أَوَّلَ النَّهَارِ وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا وَكَانَ إِذَا بَعَثَ تِجَارَةً بَعَثَهُمْ أَوَّلَ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ
“Dari Shakhr bin Wada’ah al Ghamidi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya”. Jika mengirim pasukan ekspedisi atau pasukan perangnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus mereka di pagi hari. Dan Shakhr adalah seorang pedagang. Maka ia mengirim dagangannya pada pagi hari. Dia menjadi kaya dan hartanya melimpah”.

Dari uraian tersebut di atas, maka pantaslah bagi kita untuk memperhatikan, agar kita bisa memanfaatkan waktu pagi hari dengan dzikir, sehingga mampu meningkatkan produktifas. Tidak terbuai dengan tidur yang melalaikan dan menjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tidur ada tiga macam. Tidur orang rusak, tidur orang berakhlak, dan tidur orang dungu. Adapun tidur orang yang rusak kepribadiannya adalah tidur pada waktu dhuha, saat orang-orang menyelesaikan urusan-urusan mereka, sementara ia terlelap dalam tidurnya. Tidur orang yang bermoral, adalah tidur qailulah ketika pertengahan hari. Dan tidur orang yang pandir adalah tidur ketika waktu shalat datang”.[7]
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita, sehingga mampu merengkuh setiap kebajikan dan mengikuti manhaj Salafus Shalih dan pengamalan mereka. Wabilahit Taufiq. (mas)

[Diangkat dari kitab Fiqhul Ad'iyah wal Adzkar, Dr. Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al Badr, Cetakan I, Tahun 1423, Kuwait]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]
________
Footnote.
[1]. Shahih Muslim (1/564).
[2]. Fiqhul Ad'iyah wal Adzkar (3/45).
[3]. Madariju as Salikin (1/308).
[4]. Atsar ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim di dalam Zadul Ma'ad (4/241).
[5]. Zadul Ma'ad (4/242).
[6]. Al Wabil Ash Shayyib hlm. 85-86.
[7]. Diriwayatkan oleh Al Baihagi dalam Asy Syu'ab (4/182). Ibnu Al Muflih membawakannya dalam Al Adab Asy Syar'iyyah (3/162). 

Oleh
Ustadz Ashim bin Musthofa

sumber artikel :
http://almanhaj.or.id/content/2285/slash/0

Selasa, 13 Desember 2011

Tips Membeli Handphone



Dalam artikel dibawah ini, saya mencoba untuk mengelompokkan handphone berdasar kegunaannya. Di lain waktu, saya akan menuliskan tipe handphone berdasarkan sistem operasi yang ada di dalamnya. Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.



Saya adalah seorang penggemar gadget, terutama handphone. Saya mendapatkan keasyikan tersendiri ketika menjelajah antarmuka (user interface) dari beragam merk handphone serta mengoprek sistem operasi yang disematkan didalam piranti tersebut. Saat masih lajang, saya rajin menabung agar bisa bergonta-ganti merk handphone. Setelah menikah, saya tidak lagi melanjutkan hobi saya tersebut dan lebih rajin menabung untuk masa depan keluarga. Walaupun saya tidak lagi mengkoleksi handphone, tidak ada salahnya saya berbagi tips membeli handphone. Semoga artikel ini bisa membantu pembaca untuk memilih handphone secara bijak.



Pentingnya memilih handphone sesuai dengan kebutuhan

Dewasa ini handphone tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, namun juga sebagai piranti hiburan, digital assistant untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, bahkan sampai kepada fungsi yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan teknologi yaitu sebagai piranti untuk eksis dan menunjukkan status sosial penggunanya. Dengan memilih handphone sesuai dengan kebutuhan, diharapkan kita tidak akan terjebak untuk membeli handphone hanya karena ingin dianggap gaul saja. Sayang sekali jika kita harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli sebuah piranti yang tidak bisa kita manfaatkan untuk menunjang pekerjaan kita.



Berbagai fungsi handphone

Dilihat dari berbagai merk dan sistem operasi handphone yang ada di pasaran saat ini, maka berdasarkan fungsinya handphone dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

  1. Handphone yang memiliki fungsi bisnis atau untuk membantu pekerjaan perkantoran, misalnya untuk editing file office, saling bertukar email untuk koordinasi pekerjaan, hingga sinkronisasi dengan sistem email kantor.
  2. Handphone yang memiliki fungsi hiburan semisal untuk memutar file video dan audio.
  3. Handphone yang memiliki fungsi dasar, cukup untuk menelpon dan mengirim pesan.


Berikut ini saya akan mencoba menguraikan fitur andalan dari masing-masing handphone berdasarkan fungsinya tersebut, tentu saja berdasarkan pendapat subyektif saya.


Sony Ericsson Xperia Pro
Handphone yang dimaksimalkan untuk fungsi bisnis (sering diistilahkan dengan hape kantoran / hape bisnis)

Hape bisnis dimaksudkan untuk memudahkan penggunanya untuk mengerjakan tugas-tugas kantor seperti mengedit laporan (file microsoft office), bertukar tugas melalui email, membaca file pdf, dan tugas lainnya. Untuk menjalankan semua tugas tersebut dengan baik, wajib bagi hape bisnis untuk memiliki spesifikasi yang cukup tinggi. Hape ini haruslah mampu menjalankan beragam aplikasi secara bersamaan (multitasking) dengan mulus. Konektivitas yang ada dalam hape kantoran musti komplit, mulai dari bluetooth, wifi, koneksi quadband dengan HSDPA bahkan 4G LTE, hingga teknologi transfer data terbaru yaitu NFC.

Beberapa contoh hape kantoran diantaranya Nokia E series (E7, E6), Sony Ericsson Pro Series (Xperia Pro, Xperia Mini Pro), BlackBerry Series (Bold, Onyx, Dakota, dsb).



Handphone yang dimaksimalkan untuk fungsi hiburan

Poin penting dari handphone tipe ini adalah pada layar (biasanya berukuran besar – touchscreen), stereo speaker, dan fungsi kamera dengan fitur komplit. Selain itu hape dengan fungsi hiburan mengedepankan kekuatan dari graphic card dan prosesor untuk menjalankan aplikasi 3D (game) secara lancar, layar dengan teknologi AMOLED untuk menampilkan gambar dengan jernih, output suara yang menggelegar, serta kamera dengan kemampuan capture gambar yang menyaingi kamera digital.

Contoh handphone jenis ini adalah iPhone, Samsung Galaxy SII, LG Optimus 2X, Sony Ericsson Xperia Play dan sebagainya.
 

Handphone yang memiliki fungsi dasar

Meskipun saat ini produsen handphone berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang paling canggih, mereka tetap memperhatikan konsumen yang tidak tertarik untuk memiliki hape high end. Oleh karena itu produsen tetap mengeluarkan tipe handphone basic yang fungsinya cukup untuk menelpon dan sms saja, tanpa ada embel-embel fitur canggih lainnya. Jika ada fitur lainnya paling banter berupa fungsi akses internet, yang itupun juga secukupnya saja.

Contoh handphone jenis ini adalah Nokia 100, Sony Ericsson Spiro, Samsung C3322, dan sebagainya.



Memilih handphone yang sesuai dengan kebutuhan

Setelah mengetahui akan digunakan untuk apakah handphone yang akan kita beli tersebut, selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan dana yang ada. Saran saya, sebaiknya pikirkan secara matang seberapa penting handphone tersebut bagi kita. Jangan sampai kita membeli handphone hanya karena gengsi semata, supaya dibilang gaul, atau sebagai alat untuk pamer. Alangkah baiknya jika kita membeli handphone yang memang benar-benar kita perlukan sehingga ketika semua teknologi dan fitur yang ada dalam handphone tersebut bisa kita pergunakan dengan maksimal.



Memilih hape bisnis

Menurut saya, hape bisnis seharusnya mampu membantu pekerjaan penggunanya, diantaranya untuk mengirim email dan mengedit laporan. Berdasarkan hal inilah saya lebih condong untuk memilih hape kantoran yang memiliki keypad qwerty. Dengan desain keypad ini pengguna diharapkan mampu mengedit dokumen dengan nyaman ataupun membalas email perusahaan dengan cepat. Mungkin sebagian orang menyukai hape dengan desain full touchscreen, namun dari pengalaman pribadi saya, kenikmatan mengetik dengan keypad “betulan” tidak bisa disaingi oleh virtual keypad, sebagus apapun desain virtual keypad tersebut.


Ketika bicara mengenai hape bisnis, maka di Indonesia, hal tersebut identik dengan BlackBerry (walaupun di beberapa forum dikatakan BlackBerry hapenya abg alay). Sebagai (mantan) pengguna, saya mengakui bahwa fitur yang ditawarkan BlackBerry memang sangat membantu pekerjaan. Namun tidak ada salahnya kita juga melihat fitur yang ditawarkan pesaing, terutama jika anda banyak berkutat dengan file-file microsoft office (word, excel, atau powerpoint). Untuk membantu pekerjaan, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli hape dengan sistem operasi windows mobile. Saat ini versi windows mobile yang terbaru adalah versi 7.5 dengan patch mango. Keunggulan dari sistem operasi ini adalah sudah disertakannya aplikasi office versi mobile yang tentu memudahkan pengguna untuk bekerja secara seamless dengan file-file office yang ada di komputer. Contoh hape yang menggunakan sistem operasi ini diantaranya Nokia Lumia, Samsung Omnia 7, LG Optimus 7.



Memilih hape hiburan

Hape hiburan merupakan hape yang ditujukan untuk memaksimalkan pengalaman pengguna dalam menikmati file gambar, audio dan video, serta untuk menikmati aplikasi fun seperti bermain game. Untuk kepentingan seperti ini, saya menyukai hape hiburan dengan tipe full touchscreen dengan teknologi AMOLED atau yang sekelas dengan itu. Hape full touchscreen biasanya memiliki layar yang lega, sehingga kita bisa menikmati file gambar maupun video melalui layar hape dengan nyaman. Selain melihat fitur layar pada hape, perlu diperhatikan pula kecepatan prosesor serta jumlah memori (RAM) yang ada di dalam hape. Kedua hal ini akan berpengaruh pada kemampuan hape untuk memutar file video dengan mulus ataupun untuk bermain game tanpa lag.

iPhone 4S
Dalam memilih hape untuk tujuan entertainment, saya menjatuhkan pilihan pada dua sistem operasi yaitu Android dan iOS. Sistem operasi Android dapat ditemui pada beragam merk hape, diantaranya Samsung, Sony Ericsson, LG, dan HTC. Sedangkan iOS hanya bisa dijumpai pada jajaran perangkat produksi Apple (iPhone, iPad). Kedua sistem operasi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing (yang akan saya bahas lain waktu). Alasan saya memilih dua platform ini sebagai sarana hiburan adalah dukungan aplikasi yang sangat banyak yang tersedia di “pasar aplikasi” masing-masing (Android Market & appstore). Dengan dukungan aplikasi yang melimpah, maka pengguna bisa memaksimalkan fungsi hiburan di hape mereka dengan menginstall beragam aplikasi sesuai dengan kebutuhan.



Back to basic

Sebagaimana yang telah saya tuliskan sebelumnya, alangkah bijaknya jika kita bisa memilih hape yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjebak untuk membeli hape yang sebenarnya tidak terlalu berguna bagi kita. Saya pernah memiliki dan mencicipi beragam merk dan bermacam-macam sistem operasi hape. Pada akhirnya saya memilih untuk kembali pada fungsi dasar handphone, yaitu untuk menelpon dan sms. Dan seperti itulah hape yang saya miliki saat ini, cukup untuk menelpon dan sms, serta sesekali untuk melihat berita di internet lewat opera mini.

Untuk memilih hape tipe dasar seperti ini tidaklah sulit, cukup disesuaikan dengan dana yang kita miliki. Meskipun rata-rata hape basic berharga murah, namun kita sebagai konsumen juga harus pintar untuk memilih produk yang tidak murahan. Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk menelpon dan sms, maka ada dua hal yang harus diperhatikan ketika membeli hape basic. Yang pertama adalah kenyamanan keypad untuk mengetik sms dan yang kedua adalah kejernihan output suara ketika digunakan untuk menelpon. Saya pribadi menyukai bentuk hape basic dengan bentuk keypad yang lebar dan menonjol seperti terdapat pada Nokia 100. Tapi tentu saja, semua itu kembali ke selera masing-masing.




Konklusi

Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk produk handphone. Hal ini dapat dilihat dari berbagai acara launching produk yang diadakan oleh produsen hape, yang menjadikan Indonesia sebagai tempat peluncuran perdana untuk produk pilihan mereka. Beberapa hape elit yang diluncurkan pertama di Indonesia adalah Nokia E90 dan BlackBerry Bellagio. Bukan tidak mungkin produsen hape lain akan berlomba-lomba melaunching perdana produknya di Indonesia dengan berbagai tawaran diskon harga yang menggiurkan. Menyikapi hal ini, kita sebagai konsumen perlu mendewasakan diri dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai kita terjebak dengan tren yang sengaja diciptakan oleh produsen hape, yang pada akhirnya berujung pada penghamburan uang yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan.



Extra

Artikel diatas merupakan pandangan subyektif saya pribadi, tentunya setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. Saya akan sangat senang jika pembaca mau meluangkan waktu untuk menuliskan pendapatnya pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih :)

Awal yang baru..


Waah.. iseng-iseng buka laman blog lama, ternyata masih ada :)
  
{ngomong sendiri_start >Tadinya ingin mendaftar untuk membuka blog baru, tapi karena yang lama masih ada ya sekalian saja meneruskan tulisan yang lama. Saat membaca tulisan sendiri 3 tahun yang lalu, rasanya aneh sekali.. ketika dibandingkan dengan gaya tulisan saat ini, rasanya seperti melihat tulisan dari dua orang yang berbeda.. >ngomong sendiri_end}

 
Nah, pembaca sekalian (setelah bergumam sendiri, ehm) izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Agung, seorang calon ayah dari sebuah desa di pojok utara magelang. Melalui blog ini, saya ingin berbagi informasi mengenai hal-hal yang saya anggap menarik. Kebetulan saya seorang penggemar teknologi, jadi mungkin isi blog saya sebagian besar diwarnai dengan artikel mengenai perkembangan teknologi. Namun tidak menutup kemungkinan akan banyak artikel-artikel lain diluar tema tersebut yang akan saya bagi kepada pembaca sekalian. Semoga artikel yang saya tulis bisa memberi manfaat bagi siapa saja yang membacanya.. Aamiin..

Happy reading :)

 

Minggu, 07 September 2008

Enaknya puasa di rumah...

Ramadhan tahun ini saya lewatkan bersama keluarga di rumah. Meskipun agak membosankan, tapi saya merasa lebih mudah untuk mengontrol diri dibandingkan dengan ketika menjalankan puasa di Jogja. Saya masih ingat, bagaimana susahnya menjalankan puasa di kos-kosan. Mau berangkat tarawih beratnya minta ampun, padahal masjid cuma beberapa meter jaraknya. Mau beli sahur malasnya minta ampun, padahal ke warung cuma lima menit. Belum lagi suasana di kampus. Niatnya sih baik, ke kampus untuk kuliah biar puasa ngga terasa, tapi sampai di kampus mata kita sudah di'bombardir' dengan pemandangan para cewek dengan busana ketat, apalagi saya kuliah di fakultas psikologi yang notabene banyak ceweknya, hampir impossible untuk menghindarkan pemandangan yang demikian. Singkat kata, suasana puasa di Jogja hampir tidak memiliki kesan apapun pada dimensi spiritual saya (wadoww). Saya ini bukan orang yang religius (lulusan pondok dsb), tapi saya tetep ingin di bulan ramadhan saya bisa membasuh jiwa saya yang kotor dimakan gemerlapnya dunia di bulan-bulan lain. Salahsatu caranya ya dengan menjalankan ibadah puasa dengan benar, dan itu saya dapatkan di rumah.

Saya tinggal di pinggiran kota (kabupaten), jadi akses menuju tempat hiburan sangat minim. Meskipun kedengarannya membosankan, tapi suasana seperti ini sangat kondusif bagi saya yang menginginkan bisa melaksanakan puasa dengan baik. Saya bisa rutin tarawih, atau subuh berjamaah di masjid. Mata saya juga ngga bisa jelalatan lihat 'pemandangan' seperti yang biasa ada di kota. Kondisi di rumah juga lebih tenang, lebih dingin, istilah orang jawa lebih ayem. Malamnya, speaker toa yang terpasang di musholla-musholla desa, menyuarakan orang yang sedang tadarus. Ada anak kecil, ada bapak-bapak, saling bersahut-sahutan membuat ramai suasana malam, dan kadang, membuat saya tersenyum sendiri. Bikin hati jadi merasa kangen..

Saya merasa beruntung diberi kesempatan sama Gusti Alloh untuk bisa kembali menjalankan puasa di rumah. Masih diberi kesempatan untuk ndandani kesalahan yang saya perbuat di masa lalu sekaligus melepas dahaga jiwa. Saya berharap, semoga njenengan sekalian bisa mendapatkan ketentraman hati selama bulan ramadhan ini, dimanapun njenengan sekalian berpuasa..

Jumat, 05 September 2008

Operating Systems Alternatives..

Saya adalah fulltimer Linux (dengan distro Ubuntu). Saya merasa bahwa Ubuntu telah bisa memenuhi kebutuhan saya sehari-hari dan jika dibandingkan jaman saya pake XP atau Vista (bajakan) dulu, Ubuntu lebih mudah perawatannya, ngga repot, dan tentu saja..NO BSOD!!!! Tapi saya mau mencoba objektif. Saya sadar bahwa setiap OS memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri serta ciri khas dalam bidang tertentu. Tulisan ini saya buat dengan harapan njenengan bisa memutuskan apakah memakai Linux adalah keputusan yang tepat.

1. Microsoft Windows (XP, Vista)
Windows adalah produk dari Microsoft. Saat ini Windows yang umum dipakai oleh masyarakat adalah windows XP (home, professional) dan Windows Vista (home basic, home premium, bussiness, ultimate). License dari Windows dihargai mulai dari Rp. 1,5 jt – 3 jtaan tergantung dari jenisnya. Kelebihan dari Windows adalah karena ia mendominasi pasar OS dunia (sekitar 90%), maka aplikasi yang bisa diinstall di Windows juga sangat beragam. Kelemahannya, windows rentan sekali terhadap virus, trojan, dan BSOD ( ^_^!). Windows cocok bagi anda yang : menggunakan software tertentu yang hanya bisa berjalan di Windows (SPSS ?), akunting perusahaan (untuk mengisi form e-SPT dari pemerintah yang hanya jalan di windows), atau gamer kelas berat (Gears of War, Assassin Creed, game-game mmorpg, etc).

2. Apple Macintosh (Leopard)
Orang sering menganalogikan Mac dengan “kemudahan UI windows dengan keamanan tingkat Unix”. Apple melakukan penelitian yang mendalam untuk mendapatkan design GUI nya hingga seperti sekarang ini. Banyak pemakai Apple yang sangat bangga (cenderung fanboys) terhadap brand Apple, dan mereka menganggap bahwa pengguna Apple merupakan kaum elit di kancah dunia perkomputeran. Saat ini, OS terbaru dari Apple adalah OS X 10.5 dengan codename Leopard. Dibanderol dengan harga 1 – 2jtaan, Leopard biasanya hanya akan berjalan mulus jika diinstall ke hardware produksi Apple sendiri (Macbook, Macbook Pro, iMac, dll). Kekuatan utama Mac adalah pada multimedia processingnya (grafis, audio, dan video). Meskipun banyak yang menganggap kalau Mac merupakan produk tanpa cacat, tapi menurut saya ada satu kelemahan produk Apple ini, yaitu HARGANE (larang tennann...). Terakhir saya tahu, harga Macbook (produk laptop Apple yang paling murah) dihargai Rp. 11 jtaan, belum macbook pro, tidak terjangkau kantong sebagian besar mahasiswa.. (^_^!). Apple Mac cocok bagi anda yang : anak orang kaya, eksmud, punya kelainan narsisme yang amat sangat, suka menyombongkan diri, (serius) designer grafis / fotgrafer professional, pekerja di bidang audio dan video.

3. Linux
My fav OS!! Linux terkenal karena stabilitas dan sekuritinya (dan juga harganya yang gratis). Meskipun tidak nampak di permukaan, sebenarnya pengguna linux jauh lebih banyak dari yang diperkirakan. Linux merajai di sektor server (mac tidak bisa berbuat banyak di bidang ini), dan sekarang Linux mulai mengambil alih posisi Windows di sektor desktop untuk pengguna rumahan (terutama di Eropa dengan beberapa distro tertentu seperti Ubuntu, Linux Mint, openSUSE, mandriva, dll). Kelebihan utama linux adalah keamanannnya, dimana Linux kebal terhadap virus dan konco-konconya. Hal ini dikarenakan Linux menerapkan sistem root/superuser mode untuk mengakses file-file system. Meskipun semakin user friendly, beberapa pengguna masih merasakan kesulitan menggunakan Linux dikarenakan Linux tidak mensupport beberapa hardware yang mereka gunakan. Hal ini bukanlah 100% kesalahan dari Linux melainkan dari produsen hardware yang tidak mau menyediakan driver hardware bagi Linux. Selain itu, beberapa kalangan mengkritisi kurangnya software multimedia processing yang benar-benar powerfull di Linux. Hal ini diakui beberapa member ubuntuforums yang terpaksa menginstall windows atau mac di komputer mereka hanya untuk graphic, video, and audio processing. Berdasarkan pengamatan saya, Linux cocok untuk anda para server administrator, user yang tidak berkutat di bidang multimedia secara professional, non hardcore gamer, average user, internet junkie, dan adventurer ;).

Well, there you go. Kelebihan dan kelemahan beberapa OS yang populer digunakan oleh masyarakat umum. Bagi anda yang ingin menyoba Linux tapi masih takut untuk kehilangan windows atau mac bisa melakukan dual boot atau menginstall Virtual Machine (VMware, Virtualbox) di komputer anda, sehingga njenegan bisa mendapatkan sistem operasi yang paling cocok untuk kebutuhan njenengan saat ini.

Rabu, 03 September 2008

Hello. my name is Linux ^_^

As a proud Ubuntu user, saya mencoba untuk menghormati distro dan OS lain. Saya ini bukan Ubuntu atau Linux fanboys yang sembarangan nge bash distro lain atau produk Microsoft Windows di berbagai forum. Saya hormat dengan Windows, dan saya juga yakin kalo dominasi windows terhadap dunia tidak melulu disebabkan oleh strategi marketing mereka yang kadang urik. Saya ngefans sama Apple, dan saya anggap produk mereka merupakan hasil seni, lifestyle, yang bisa menaikkan derajat njenengan beberapa tingkat waktu hotspotan di starbucks :). Sayangnya saya ngga punya cukup duwit untuk beli produk mereka yang sangat eksklusif sekali (silahkan saja njenengan coba install Leopard ke laptop atau pc biasa, dijamin ngga muluss). Akhirnya, karena saya : 1. nda mau pake windows bajakan (takut laptopnya dirazia), 2. eman untuk keluar uang buat beli lisensi windows asli, 3. ngga punya duwit untuk beli macbook (hiks, macbook, my everlasting dream), maka saya beralih ke Linux, dan jujur, saya nda pernah sekalipun pengen coba lagi install windows di laptop saya ini.

Penasaran dengan Linux? mari saya kenalkan :D. Linux bukanlah sistem operasi secara keseluruhan (banyak perdebatan soal ini, mohon dikoreksi jika salah..). Ia merupakan kernel, jembatan penghubung, moderator antara hardware anda dengan sistem operasi (mungkin kalo di Windows registrinya kali ya? atau dll? atau inf? mohon maaf sekali lagi jika salah..). Oleh penciptanya (Linus Torvalds), Linux dibebaskan dari segala macam komersialisasi alias gratisss tis tiss. Saat ini mungkin ada yang ngomong, la kemaren saya beli cd linux di studio one tetep bayar. Eitss, jangan salah boss, yang anda bayar itu bukan Linuxnya atau distronya, tapi biaya ganti cd sama laba dari studio one sendiri. Uang njenengan ngga pernah sampai ke abang Linus atau ke distributor yang bersangkutan.

Dikarenakan sifatnya yang gratis, banyak hacker yang penasaran dengan Linux ini, kemudian mencoba untuk mengkustomisasinya sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Inilah yang kemudian disebut distro. Distro Linux bermacam jenisnya, ada yang sangat gampang (seperti Ubuntu, mandriva), sangat indah (openSUSE, dreamLinux), sangat sulit (slackware), sangat minimalis (ratpoison), dan sangat lain-lainnya (silahkan lihat www.distrowatch.com untuk referensi lebih lanjut). Rata-rata dari distro ini juga bersifat gratis. Mungkin ada yang ngacung trus bertanya, la itu di websitenya mandriva ato openSUSE ko ada yang versi berbayar? Nah, yang versi berbayar biasanya dilengkapi dengan software nonfree (semisal dvd codecs atau windows media codec), ataupun costumer service. Jadi Linux nya sendiri tetep gratis, uang yang anda bayarkan ya untuk pelayanan ekstra dari distro yang bersangkutan.

Selain pilihan distro yang variatif, Linux juga menawarakan berbagai macam Desktop Environment. Ini merupakan lingkungan kerja di komputer njenengan, tempatnya berbagai macam icon, wallpaper, dsb. Kalau di Windows kita kenalnya ya cuma satu itu, dengan Start Button (XP) atau Windows Orb (vista), sistem tray, wallpaper bliss atau aurora, dll. Trus kalo di mac ya ada panelnya, docknya, etc. Kalau di Linux kita bisa milih Desktop kita, mau yang simpel (gnome), atau yang mewah (KDE 4.1), yang ringan (XFCE, enlightenment) atau bahkan yang super ringan (fluxbox, openbox, dll).

Too much choice? Bingung dengan pilihan anda? Silahkan anda kunjungi website masing-masing distro atau dekstop environment untuk mengetahui which flavor are you.. Happy exploring ^_^

* linux disini merupakan singkatan dari GNU/Linux
** content dari web yang bersangkutan merupakan hak cipta dari developer masing-masing, penulis tidak bertanggung jawab apabila ada gambar atau kalimat yang bisa dianggap offensif.

Ramadhan...

Saya ini bukan termasuk orang yang religius. Kehidupan beragama saya bisa dibilang biasa-biasa saja. Bagai sayur tanpa garam, istilahnya. Tapi entah kenapa setiap masuk bulan ramadhan, saya jadi sensitif soal agama. Saya jadi sering merenung, berpikir tentang tingkah laku saya di dunia ini. Apakah yang saya lakukan sudah benar? sudah cukupkah waktu saya untuk mengabdi kepada Tuhan? cukupkah amal perbuatan yang saya lakukan? dan sebagainya..

Ramadhan kali ini benar-benar menantang pikiran dan emosi saya. Saya sangat tergugah untuk membaca banyak literatur agama, namun di sisi lain setiap kalimat yang saya baca seolah-olah menunjukkan betapa saya tidak peduli tentang agama yang saya anut, betapa kurangnya pengetahuan saya tentang sejarahnya, dan betapa minimnya ibadah yang saya lakukan. Contohnya, saya baru tahu kalau ternyata ramadhan adalah bulan ke sembilan dari kalender hijriyah. Ironis sekali. Padahal tiap tahun saya melakukannya dengan suka cita, tapi tidak mau belajar tentangnya. Kalau dianalogikan seperti kita mau meminang seseorang tapi tidak tahu nama, keluarga, dan alamat orang yang akan kita lamar.

Saya lihat, selama ini ibadah dan kewajiban agama yang kita lakukan cenderung bersifat habbit, kebiasaan, wes kulino. Kita sholat karena dari dulu kita melihat orang tua kita sholat, kita puasa karena orang tua kita juga puasa, kita ngaji karena orang tua kita menitipkan kita ke tpa, etc. Bagi anak kecil, hal ini tentu wajar, toh mereka juga butuh figur yang bisa mereka tiru. Tapi apa iya kita selamanya mau meniru tanpa melakukan pembelajaran? Mau sampai kapan? Saya kira sudah saatnya, sebagai manusia dewasa, kita belajar lebih dalam mengenai ibadah yang kita lakukan. Mencoba untuk mengetahui intisari dari ibadah yang kita lakukan, mencoba untuk mempelajari sejarah agama yang kita anut, mencoba untuk lebih mengenal tokoh-tokoh penting yang berperan dalam menyebarluaskan agama, dan mencoba untuk lebih banyak merenungi perbuatan yang kita lakukan di dunia ini.

Sekali lagi, saya ini bukan orang yang religius, bukan ustadz, kyai, atau lulusan pondok pesantren. I'm an average man, sama seperti njenengan-njenengan sekalian. Tulisan yang saya bikin bukan bermaksud untuk menggurui. Saya cuma ingin sharing saja, toh para blogger sekalian juga melakukan hal yang sama kan? :D

Selasa, 02 September 2008

Linux ? Gampang kok..

Saat saya membuka laptop saya dan mulai menjalankan beberapa program, tidak sedikit dari teman-teman saya yang gumun, heran, kok "windows" saya berbeda dengan punya mereka. Saya jelaskan, kalau saya ngga pake windows tapi linux. Biasanya temen-temen saya langsung bilang "wuih, canggih, linux kan susah.."

Kalau hal ini ditanyakan 5-6 tahun yang lalu (mungkin) memang ada benarnya. Saya masih ingat, pengalaman pertama install linux dengan distro red hat. Mau mount usb flash disk masih harus pake cli (command line interface), apa-apa harus pake cli, bahkan dulu saya sempat inget muter mp3 juga pake cli. Installnya juga susah. Bagi newbi seperti saya, hampir tidak mungkin bisa install linux tanpa buku panduan. Wis kadung kulino install windows. Tapi sekarang semua sudah berbeda..jauh berbeda.. Pengalaman saya mencoba beberapa distro linux membuktikan bahwa proses instalasi linux lebih mudah daripada windows (ingat, install windows lho, bukan install software di windows). Untuk lebih jelasnya, saya jelaskan per poin saja. BIOS sudah disetting agar boot pertama dari cd/dvd .

Install windows:
1. masukkan cd (bajakan)
2. lakukan proses partisi
3. tunggu beberapa saat, windows akan mengkopi file-file instalasi yang penting
4. ERROR!!! ganti cd
5. setelah error beberapa kali, akhirnya bisa, masuk ke gui installer
6. masukkan serial number (dulu saya sampai apal serial number ini...)
7. masuk windows
8. biasanya windows langsung meminta install bermacam-macam driver
9. cd driver vga card ilang, driver soundcard cd nya rusak, cd driver modem ntah kemana
10. mulai stress karena resolusi layar salah, tambah ngga bisa dengerin musik
11. karena ada kerjaan harus ngetik, pake program bawaan windows (wordpad) tidak mencukupi
12. nyari cd driver + office ke rental, ternyata rental tutup sedang ada razia software bajakan..
13. nangis..sambil misuh-misuh dalam hati..
seperti itulah kira-kira pengalaman saya dalam menginstall windows (xp). Berikutnya pengalaman install linux (kemarin install ubuntu 8.04)
1. masukkan cd
2. sistem langsung booting masuk ke desktop ubuntu (live cd)
3. ada icon di desktop bertuliskan install, di klik
4. sistem melakukan instalasi, dengan mengikuti petunjuk install tinggal klik next next
5. selesai, masuk ke desktop
6. ngga perlu setting apa-apa, apalagi install driver karena semuanya sudah terdeteksi secara otomatis
7. mau ngetik tinggal klik openoffice..
nah, ternyata jauh lebih mudah install linux..

Pengalaman di atas mungkin saja subyektif. Saya yakin sebagian besar teman-teman saya pasti tetep bilang lebih mudah install windows. Apalagi sekarang ini kalau kita beli komputer biasanya sudah diinstall windows (ntah bajakan atau original). Meskipun begitu, saya optimis, kalau dibiasakan pake linux, baru terasa kemudahannya. Dulu saat masih pake xp, kadang saya dipusingkan dengan virus (brontok sialan..). Belum lagi kebiasaan defrag dan install ulang beberapa bulan sekali. Semenjak beralih ke linux, saya ngga pernah lagu ngurusin yang begituan. Tinggal nyalain, jalan terus..

Senin, 01 September 2008

Indonesian entertainment (sucks)..

Saya ini bukan penggemar televisi. Saya bahkan tidak ingat kapan terakhir saya nonton acara televisi Indonesia. Di rumah, saya berlangganan tivi kabel, dan meskipun ada channel tivi Indonesianya, saya ngga pernah nonton. Untuk urusan berita, saya lebih seneng baca di internet atau di koran. Saya memang bukan penggemar televisi, tapi saya tetep nonton tivi, terutama pas acara favorit saya di channel Discovery atau National Geographic. Selain saya, keluarga di rumah semuanya penggemar acara televisi. Ibu saya penggemar setia sinetron, adek saya mantengin terus MTV dan Channel V, sedang bapak saya seneng nonton HBO atau Cinemaxx. Jadi ya gitu, nda ada acara nonton bareng, karena memang kesukaannya berbeda-beda.

Omong-omong soal acara tivi, terus terang saya penasaran dengan acara tivi di Indonesia. Seperti apakah acaranya? Saya masih inget dulu saya sering (secara tidak sengaja) nonton acara sinetron laga di salah satu stasiun tivi Indonesia yang suara pemainnya didubbing dan efek 3dnya ancurr. Yang main juga itu-itu saja orangnya, dan ditengah-tengah ceritanya biasanya ada nyanyian ala film India. Trus monster-monsternya juga ngga masuk akal. Saya lebih menikmati nonton power rangers atau ksatria baja hitam, karena efeknya memang jauh (bangettt) lebih bagus. Tapi.. rupanya sinetron model seperti ini banyak penggemarnya..(sigh..).
Saya jadi heran dengan selera orang Indonesia, terutama terhadap seni. Seperti saat ini, film Indonesia tengah bangkit, tapi sayangnya kebangkitan ini ditunggangi oleh komersialisasi film yang tidak bertanggung jawab. Beberapa waktu yang lalu saya ngakak ngerti ada film yang dibintangi oleh Dewi Persik yang berjudul "TIREN" alias "MATI KEMAREN".. Bwahahahaha..judul opo kuwi... kalo dibuat di Hollywood jadi DIE YESTERDAY.. pfhhhh.. Trus soal musik. Industri musik Indonesia juga sama, banyak band baru bermunculan tapi dengan konsep musik ala kadarnya. Tapi ko ya banyak yang seneng!! gumun tenan aku... Dulu pas saya masih abg, begitu denger lagu pasti langsung bisa menebak judul lagu dan artisnya. Semisal Gigi, Dewa 19, Slank, Jamrud punya kharakteristik musik yang berbeda. Na sekarang..? Remuk redam.. Skill ngga ada, lirik asal-asalan, konsep musik ngga jelas, nama band nya juga wagu.. (saya baru tahu ada grup musik namanya kertas..).

Selain ke waguan yang sudah saya tulis tadi, saya lihat sekarang ini para pelaku dunia entertainment juga kurang bertanggungjawab dengan acara yang mereka buat. Bikin sinetron asal-asalan, plot cerita asal comot dari luar negeri, dan tidak memperhatikan nilai-nilai moral. Ini..saya bener-bener jengkel.. Seharusnya sinetron itu bisa diklasifikasikan menurut jalan ceritanya. Janganlah anak-anak SD sudah diajari pacar-pacaran.. Kalau memang niat bikin sinetron cinta-cintaan mbok ya pemainnya yang sudah dewasa, jangan anak-anak. Gawat kalau sampai anak-anak dirumah meniru mentah-mentah adegan yang ada di sinetron. Seperti kejadian yang barusan saya alami sendiri pas tarawih di masjid. Biasa, kalau pas tarawih banyak anak-anak, main kejar-kejaran teriak-teriak bikin ribut sendiri, saya anggap masih wajar lah, namanya juga anak-anak. Tapi saya sempat kaget juga saat ada salah satu anak perempuan, masih balita lah, yang teriak sama temannya, "hayo kamu pacaran sama teman sendiri.. pacaran pacaran.." trus teriak-teriak lagi " I love you I love you.." Saya sempet mau keselek ndengernya.. Ini anak masih belum ada 5 tahun, belum sekolah sudah bilang I love you.. maak..

Saya merasa beruntung tumbuh di jaman TVRI only.. Saat itu jelas mana acara untuk anak-anak dan mana untuk orang dewasa. Dulu saya kalau nonton tivi, palingan nonton unyil (ini unyil beneran lo, bukan unyil dalam tanda kutip yang sering beredar di flash disk sebagian besar mahasiswa). Sebagian besar waktu saya juga dihabiskan bermain di luar sama teman-teman, trus kalo sudah acara dunia dalam berita (jam 9 malem) anak-anak sudah harus tidur. Entah sadar atau enggak, tapi saat itu anak-anak lebih aware kalau acara malam hari adalah acaranya orang dewasa, dan anak kecil memang ngga boleh nonton. Anak kecil punya acaranya sendiri, punya lagunya sendiri, punya idolanya sendiri.. Bagus, karena anak kecil bisa tumbuh selayaknya anak kecil, menikmati dunia tanpa terbelenggu oleh kotak ajaib yang bernama televisi..

Minggu, 31 Agustus 2008

My FIRST blog...

Akhirnya.. Setelah berlangganan telkomsel FLASH unlimited, beli modem HUAWEI e220, install Ubuntu 8.04 LTS di laptop saya, saya masuk ke dunia blog.. Semoga njenengan sekalian (rekan satu bangsa, pengguna bahasa Jawa, pemakai software open source, penyuka masakan asam-manis-pedas, dan umat manusia pada umumnya) bisa menikmati tulisan yang bermunculan di blog saya..