Selasa, 13 Desember 2011

Tips Membeli Handphone



Dalam artikel dibawah ini, saya mencoba untuk mengelompokkan handphone berdasar kegunaannya. Di lain waktu, saya akan menuliskan tipe handphone berdasarkan sistem operasi yang ada di dalamnya. Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.



Saya adalah seorang penggemar gadget, terutama handphone. Saya mendapatkan keasyikan tersendiri ketika menjelajah antarmuka (user interface) dari beragam merk handphone serta mengoprek sistem operasi yang disematkan didalam piranti tersebut. Saat masih lajang, saya rajin menabung agar bisa bergonta-ganti merk handphone. Setelah menikah, saya tidak lagi melanjutkan hobi saya tersebut dan lebih rajin menabung untuk masa depan keluarga. Walaupun saya tidak lagi mengkoleksi handphone, tidak ada salahnya saya berbagi tips membeli handphone. Semoga artikel ini bisa membantu pembaca untuk memilih handphone secara bijak.



Pentingnya memilih handphone sesuai dengan kebutuhan

Dewasa ini handphone tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, namun juga sebagai piranti hiburan, digital assistant untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, bahkan sampai kepada fungsi yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan teknologi yaitu sebagai piranti untuk eksis dan menunjukkan status sosial penggunanya. Dengan memilih handphone sesuai dengan kebutuhan, diharapkan kita tidak akan terjebak untuk membeli handphone hanya karena ingin dianggap gaul saja. Sayang sekali jika kita harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli sebuah piranti yang tidak bisa kita manfaatkan untuk menunjang pekerjaan kita.



Berbagai fungsi handphone

Dilihat dari berbagai merk dan sistem operasi handphone yang ada di pasaran saat ini, maka berdasarkan fungsinya handphone dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

  1. Handphone yang memiliki fungsi bisnis atau untuk membantu pekerjaan perkantoran, misalnya untuk editing file office, saling bertukar email untuk koordinasi pekerjaan, hingga sinkronisasi dengan sistem email kantor.
  2. Handphone yang memiliki fungsi hiburan semisal untuk memutar file video dan audio.
  3. Handphone yang memiliki fungsi dasar, cukup untuk menelpon dan mengirim pesan.


Berikut ini saya akan mencoba menguraikan fitur andalan dari masing-masing handphone berdasarkan fungsinya tersebut, tentu saja berdasarkan pendapat subyektif saya.


Sony Ericsson Xperia Pro
Handphone yang dimaksimalkan untuk fungsi bisnis (sering diistilahkan dengan hape kantoran / hape bisnis)

Hape bisnis dimaksudkan untuk memudahkan penggunanya untuk mengerjakan tugas-tugas kantor seperti mengedit laporan (file microsoft office), bertukar tugas melalui email, membaca file pdf, dan tugas lainnya. Untuk menjalankan semua tugas tersebut dengan baik, wajib bagi hape bisnis untuk memiliki spesifikasi yang cukup tinggi. Hape ini haruslah mampu menjalankan beragam aplikasi secara bersamaan (multitasking) dengan mulus. Konektivitas yang ada dalam hape kantoran musti komplit, mulai dari bluetooth, wifi, koneksi quadband dengan HSDPA bahkan 4G LTE, hingga teknologi transfer data terbaru yaitu NFC.

Beberapa contoh hape kantoran diantaranya Nokia E series (E7, E6), Sony Ericsson Pro Series (Xperia Pro, Xperia Mini Pro), BlackBerry Series (Bold, Onyx, Dakota, dsb).



Handphone yang dimaksimalkan untuk fungsi hiburan

Poin penting dari handphone tipe ini adalah pada layar (biasanya berukuran besar – touchscreen), stereo speaker, dan fungsi kamera dengan fitur komplit. Selain itu hape dengan fungsi hiburan mengedepankan kekuatan dari graphic card dan prosesor untuk menjalankan aplikasi 3D (game) secara lancar, layar dengan teknologi AMOLED untuk menampilkan gambar dengan jernih, output suara yang menggelegar, serta kamera dengan kemampuan capture gambar yang menyaingi kamera digital.

Contoh handphone jenis ini adalah iPhone, Samsung Galaxy SII, LG Optimus 2X, Sony Ericsson Xperia Play dan sebagainya.
 

Handphone yang memiliki fungsi dasar

Meskipun saat ini produsen handphone berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang paling canggih, mereka tetap memperhatikan konsumen yang tidak tertarik untuk memiliki hape high end. Oleh karena itu produsen tetap mengeluarkan tipe handphone basic yang fungsinya cukup untuk menelpon dan sms saja, tanpa ada embel-embel fitur canggih lainnya. Jika ada fitur lainnya paling banter berupa fungsi akses internet, yang itupun juga secukupnya saja.

Contoh handphone jenis ini adalah Nokia 100, Sony Ericsson Spiro, Samsung C3322, dan sebagainya.



Memilih handphone yang sesuai dengan kebutuhan

Setelah mengetahui akan digunakan untuk apakah handphone yang akan kita beli tersebut, selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan dana yang ada. Saran saya, sebaiknya pikirkan secara matang seberapa penting handphone tersebut bagi kita. Jangan sampai kita membeli handphone hanya karena gengsi semata, supaya dibilang gaul, atau sebagai alat untuk pamer. Alangkah baiknya jika kita membeli handphone yang memang benar-benar kita perlukan sehingga ketika semua teknologi dan fitur yang ada dalam handphone tersebut bisa kita pergunakan dengan maksimal.



Memilih hape bisnis

Menurut saya, hape bisnis seharusnya mampu membantu pekerjaan penggunanya, diantaranya untuk mengirim email dan mengedit laporan. Berdasarkan hal inilah saya lebih condong untuk memilih hape kantoran yang memiliki keypad qwerty. Dengan desain keypad ini pengguna diharapkan mampu mengedit dokumen dengan nyaman ataupun membalas email perusahaan dengan cepat. Mungkin sebagian orang menyukai hape dengan desain full touchscreen, namun dari pengalaman pribadi saya, kenikmatan mengetik dengan keypad “betulan” tidak bisa disaingi oleh virtual keypad, sebagus apapun desain virtual keypad tersebut.


Ketika bicara mengenai hape bisnis, maka di Indonesia, hal tersebut identik dengan BlackBerry (walaupun di beberapa forum dikatakan BlackBerry hapenya abg alay). Sebagai (mantan) pengguna, saya mengakui bahwa fitur yang ditawarkan BlackBerry memang sangat membantu pekerjaan. Namun tidak ada salahnya kita juga melihat fitur yang ditawarkan pesaing, terutama jika anda banyak berkutat dengan file-file microsoft office (word, excel, atau powerpoint). Untuk membantu pekerjaan, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli hape dengan sistem operasi windows mobile. Saat ini versi windows mobile yang terbaru adalah versi 7.5 dengan patch mango. Keunggulan dari sistem operasi ini adalah sudah disertakannya aplikasi office versi mobile yang tentu memudahkan pengguna untuk bekerja secara seamless dengan file-file office yang ada di komputer. Contoh hape yang menggunakan sistem operasi ini diantaranya Nokia Lumia, Samsung Omnia 7, LG Optimus 7.



Memilih hape hiburan

Hape hiburan merupakan hape yang ditujukan untuk memaksimalkan pengalaman pengguna dalam menikmati file gambar, audio dan video, serta untuk menikmati aplikasi fun seperti bermain game. Untuk kepentingan seperti ini, saya menyukai hape hiburan dengan tipe full touchscreen dengan teknologi AMOLED atau yang sekelas dengan itu. Hape full touchscreen biasanya memiliki layar yang lega, sehingga kita bisa menikmati file gambar maupun video melalui layar hape dengan nyaman. Selain melihat fitur layar pada hape, perlu diperhatikan pula kecepatan prosesor serta jumlah memori (RAM) yang ada di dalam hape. Kedua hal ini akan berpengaruh pada kemampuan hape untuk memutar file video dengan mulus ataupun untuk bermain game tanpa lag.

iPhone 4S
Dalam memilih hape untuk tujuan entertainment, saya menjatuhkan pilihan pada dua sistem operasi yaitu Android dan iOS. Sistem operasi Android dapat ditemui pada beragam merk hape, diantaranya Samsung, Sony Ericsson, LG, dan HTC. Sedangkan iOS hanya bisa dijumpai pada jajaran perangkat produksi Apple (iPhone, iPad). Kedua sistem operasi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing (yang akan saya bahas lain waktu). Alasan saya memilih dua platform ini sebagai sarana hiburan adalah dukungan aplikasi yang sangat banyak yang tersedia di “pasar aplikasi” masing-masing (Android Market & appstore). Dengan dukungan aplikasi yang melimpah, maka pengguna bisa memaksimalkan fungsi hiburan di hape mereka dengan menginstall beragam aplikasi sesuai dengan kebutuhan.



Back to basic

Sebagaimana yang telah saya tuliskan sebelumnya, alangkah bijaknya jika kita bisa memilih hape yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjebak untuk membeli hape yang sebenarnya tidak terlalu berguna bagi kita. Saya pernah memiliki dan mencicipi beragam merk dan bermacam-macam sistem operasi hape. Pada akhirnya saya memilih untuk kembali pada fungsi dasar handphone, yaitu untuk menelpon dan sms. Dan seperti itulah hape yang saya miliki saat ini, cukup untuk menelpon dan sms, serta sesekali untuk melihat berita di internet lewat opera mini.

Untuk memilih hape tipe dasar seperti ini tidaklah sulit, cukup disesuaikan dengan dana yang kita miliki. Meskipun rata-rata hape basic berharga murah, namun kita sebagai konsumen juga harus pintar untuk memilih produk yang tidak murahan. Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk menelpon dan sms, maka ada dua hal yang harus diperhatikan ketika membeli hape basic. Yang pertama adalah kenyamanan keypad untuk mengetik sms dan yang kedua adalah kejernihan output suara ketika digunakan untuk menelpon. Saya pribadi menyukai bentuk hape basic dengan bentuk keypad yang lebar dan menonjol seperti terdapat pada Nokia 100. Tapi tentu saja, semua itu kembali ke selera masing-masing.




Konklusi

Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk produk handphone. Hal ini dapat dilihat dari berbagai acara launching produk yang diadakan oleh produsen hape, yang menjadikan Indonesia sebagai tempat peluncuran perdana untuk produk pilihan mereka. Beberapa hape elit yang diluncurkan pertama di Indonesia adalah Nokia E90 dan BlackBerry Bellagio. Bukan tidak mungkin produsen hape lain akan berlomba-lomba melaunching perdana produknya di Indonesia dengan berbagai tawaran diskon harga yang menggiurkan. Menyikapi hal ini, kita sebagai konsumen perlu mendewasakan diri dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai kita terjebak dengan tren yang sengaja diciptakan oleh produsen hape, yang pada akhirnya berujung pada penghamburan uang yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan.



Extra

Artikel diatas merupakan pandangan subyektif saya pribadi, tentunya setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. Saya akan sangat senang jika pembaca mau meluangkan waktu untuk menuliskan pendapatnya pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih :)

Tidak ada komentar: