Dalam
artikel dibawah ini, saya mencoba untuk mengelompokkan handphone
berdasar kegunaannya. Di lain waktu, saya akan menuliskan tipe
handphone berdasarkan sistem operasi yang ada di dalamnya. Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.
Saya
adalah seorang penggemar gadget, terutama handphone. Saya mendapatkan
keasyikan tersendiri ketika menjelajah antarmuka (user interface)
dari beragam merk handphone serta mengoprek sistem operasi yang
disematkan didalam piranti tersebut. Saat masih lajang, saya rajin
menabung agar bisa bergonta-ganti merk handphone. Setelah menikah,
saya tidak lagi melanjutkan hobi saya tersebut dan lebih rajin
menabung untuk masa depan keluarga. Walaupun saya tidak lagi
mengkoleksi handphone, tidak ada salahnya saya berbagi tips membeli
handphone. Semoga artikel ini bisa membantu pembaca untuk memilih
handphone secara bijak.
Pentingnya
memilih handphone sesuai dengan kebutuhan
Dewasa
ini handphone tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, namun
juga sebagai piranti hiburan, digital assistant untuk membantu
menyelesaikan pekerjaan, bahkan sampai kepada fungsi yang tidak ada
kaitannya sama sekali dengan teknologi yaitu sebagai piranti untuk
eksis dan menunjukkan status sosial penggunanya. Dengan memilih
handphone sesuai dengan kebutuhan, diharapkan kita tidak akan
terjebak untuk membeli handphone hanya karena ingin dianggap gaul
saja. Sayang sekali jika kita harus merogoh kocek dalam-dalam untuk
membeli sebuah piranti yang tidak bisa kita manfaatkan untuk
menunjang pekerjaan kita.
Berbagai
fungsi handphone
Dilihat
dari berbagai merk dan sistem operasi handphone yang ada di pasaran
saat ini, maka berdasarkan fungsinya handphone dapat dikelompokkan
menjadi 3, yaitu :
- Handphone yang memiliki fungsi bisnis atau untuk membantu pekerjaan perkantoran, misalnya untuk editing file office, saling bertukar email untuk koordinasi pekerjaan, hingga sinkronisasi dengan sistem email kantor.
- Handphone yang memiliki fungsi hiburan semisal untuk memutar file video dan audio.
- Handphone yang memiliki fungsi dasar, cukup untuk menelpon dan mengirim pesan.
Berikut
ini saya akan mencoba menguraikan fitur andalan dari masing-masing
handphone berdasarkan fungsinya tersebut, tentu saja berdasarkan
pendapat subyektif saya.
![]() |
| Sony Ericsson Xperia Pro |
Handphone
yang dimaksimalkan untuk fungsi bisnis (sering diistilahkan dengan
hape kantoran / hape bisnis)
Hape bisnis dimaksudkan untuk
memudahkan penggunanya untuk mengerjakan tugas-tugas kantor seperti
mengedit laporan (file microsoft office), bertukar tugas melalui
email, membaca file pdf, dan tugas lainnya. Untuk menjalankan semua
tugas tersebut dengan baik, wajib bagi hape bisnis untuk memiliki
spesifikasi yang cukup tinggi. Hape ini haruslah mampu menjalankan
beragam aplikasi secara bersamaan (multitasking) dengan mulus.
Konektivitas yang ada dalam hape kantoran musti komplit, mulai dari
bluetooth, wifi, koneksi quadband dengan HSDPA bahkan 4G LTE, hingga
teknologi transfer data terbaru yaitu NFC.
Beberapa contoh hape kantoran
diantaranya Nokia E series (E7, E6), Sony Ericsson Pro Series (Xperia
Pro, Xperia Mini Pro), BlackBerry Series (Bold, Onyx, Dakota, dsb).
Handphone
yang dimaksimalkan untuk fungsi hiburan
Poin penting dari handphone tipe
ini adalah pada layar (biasanya berukuran besar – touchscreen),
stereo speaker, dan fungsi kamera dengan fitur komplit. Selain itu
hape dengan fungsi hiburan mengedepankan kekuatan dari graphic card
dan prosesor untuk menjalankan aplikasi 3D (game) secara lancar,
layar dengan teknologi AMOLED untuk menampilkan gambar dengan jernih,
output suara yang menggelegar, serta kamera dengan kemampuan capture
gambar yang menyaingi kamera digital.
Contoh handphone jenis ini
adalah iPhone, Samsung Galaxy SII, LG Optimus 2X, Sony Ericsson
Xperia Play dan sebagainya.
Handphone
yang memiliki fungsi dasar
Meskipun
saat ini produsen handphone berlomba-lomba untuk menciptakan produk
yang paling canggih, mereka tetap memperhatikan konsumen yang tidak
tertarik untuk memiliki hape high end. Oleh karena itu produsen tetap
mengeluarkan tipe handphone basic yang fungsinya cukup untuk menelpon
dan sms saja, tanpa ada embel-embel fitur canggih lainnya. Jika ada
fitur lainnya paling banter berupa fungsi akses internet, yang itupun
juga secukupnya saja.
Contoh
handphone jenis ini adalah Nokia 100, Sony Ericsson Spiro, Samsung
C3322, dan sebagainya.
Memilih
handphone yang sesuai dengan kebutuhan
Setelah
mengetahui akan digunakan untuk apakah handphone yang akan kita beli
tersebut, selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan dana yang ada.
Saran saya, sebaiknya pikirkan secara matang seberapa penting
handphone tersebut bagi kita. Jangan sampai kita membeli handphone
hanya karena gengsi semata, supaya dibilang gaul, atau sebagai alat
untuk pamer. Alangkah baiknya jika kita membeli handphone yang memang
benar-benar kita perlukan sehingga ketika semua teknologi dan fitur
yang ada dalam handphone tersebut bisa kita pergunakan dengan
maksimal.
Memilih
hape bisnis
Menurut saya, hape bisnis seharusnya mampu membantu pekerjaan penggunanya, diantaranya untuk
mengirim email dan mengedit laporan. Berdasarkan hal inilah saya
lebih condong untuk memilih hape kantoran yang memiliki keypad
qwerty. Dengan desain keypad ini pengguna diharapkan mampu mengedit
dokumen dengan nyaman ataupun membalas email perusahaan dengan cepat.
Mungkin sebagian orang menyukai hape dengan desain full touchscreen,
namun dari pengalaman pribadi saya, kenikmatan mengetik dengan keypad
“betulan” tidak bisa disaingi oleh virtual keypad, sebagus apapun
desain virtual keypad tersebut.
Ketika bicara mengenai hape bisnis, maka di Indonesia, hal tersebut identik dengan BlackBerry (walaupun di beberapa forum dikatakan BlackBerry hapenya abg alay). Sebagai (mantan) pengguna, saya mengakui bahwa fitur yang ditawarkan BlackBerry memang sangat membantu pekerjaan. Namun tidak ada salahnya kita juga melihat fitur yang ditawarkan pesaing, terutama jika anda banyak berkutat
dengan file-file microsoft office (word, excel, atau powerpoint). Untuk membantu pekerjaan, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli hape dengan sistem operasi
windows mobile. Saat ini versi windows mobile yang terbaru adalah
versi 7.5 dengan patch mango. Keunggulan dari sistem operasi ini adalah sudah disertakannya
aplikasi office versi mobile yang tentu memudahkan pengguna untuk bekerja
secara seamless dengan file-file office yang ada di komputer.
Contoh hape yang menggunakan sistem operasi ini diantaranya Nokia
Lumia, Samsung Omnia 7, LG Optimus 7.
Memilih
hape hiburan
Hape
hiburan merupakan hape yang ditujukan untuk memaksimalkan pengalaman
pengguna dalam menikmati file gambar, audio dan video, serta untuk
menikmati aplikasi fun seperti bermain game. Untuk kepentingan
seperti ini, saya menyukai hape hiburan dengan tipe full touchscreen
dengan teknologi AMOLED atau yang sekelas dengan itu. Hape full
touchscreen biasanya memiliki layar yang lega, sehingga kita bisa
menikmati file gambar maupun video melalui layar hape dengan
nyaman. Selain melihat fitur layar pada hape, perlu diperhatikan pula
kecepatan prosesor serta jumlah memori (RAM) yang ada di dalam hape.
Kedua hal ini akan berpengaruh pada kemampuan hape untuk memutar file
video dengan mulus ataupun untuk bermain game tanpa lag.
![]() |
| iPhone 4S |
Back to basic
Sebagaimana
yang telah saya tuliskan sebelumnya, alangkah bijaknya jika kita bisa
memilih hape yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjebak untuk
membeli hape yang sebenarnya tidak terlalu berguna bagi kita. Saya
pernah memiliki dan mencicipi beragam merk dan bermacam-macam sistem
operasi hape. Pada akhirnya saya memilih untuk kembali pada fungsi
dasar handphone, yaitu untuk menelpon dan sms. Dan seperti itulah
hape yang saya miliki saat ini, cukup untuk menelpon dan sms, serta
sesekali untuk melihat berita di internet lewat opera mini.
Untuk
memilih hape tipe dasar seperti ini tidaklah sulit, cukup disesuaikan
dengan dana yang kita miliki. Meskipun rata-rata hape basic berharga
murah, namun kita sebagai konsumen juga harus pintar untuk memilih
produk yang tidak murahan. Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk
menelpon dan sms, maka ada dua hal yang harus diperhatikan ketika
membeli hape basic. Yang pertama adalah kenyamanan keypad untuk
mengetik sms dan yang kedua adalah kejernihan output suara ketika
digunakan untuk menelpon. Saya pribadi menyukai bentuk hape basic
dengan bentuk keypad yang lebar dan menonjol seperti terdapat pada
Nokia 100. Tapi tentu saja, semua itu kembali ke selera
masing-masing.
Konklusi
Indonesia merupakan pasar yang
potensial untuk produk handphone. Hal ini dapat dilihat dari berbagai
acara launching produk yang diadakan oleh produsen hape, yang
menjadikan Indonesia sebagai tempat peluncuran perdana untuk produk
pilihan mereka. Beberapa hape elit yang diluncurkan pertama di
Indonesia adalah Nokia E90 dan BlackBerry Bellagio. Bukan tidak
mungkin produsen hape lain akan berlomba-lomba melaunching perdana
produknya di Indonesia dengan berbagai tawaran diskon harga yang
menggiurkan. Menyikapi hal ini, kita sebagai konsumen perlu
mendewasakan diri dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan.
Jangan sampai kita terjebak dengan tren yang sengaja diciptakan oleh
produsen hape, yang pada akhirnya berujung pada penghamburan uang
yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan.
Extra
Artikel diatas merupakan
pandangan subyektif saya pribadi, tentunya setiap orang memiliki
pendapatnya sendiri-sendiri. Saya akan sangat senang jika pembaca mau
meluangkan waktu untuk menuliskan pendapatnya pada kotak komentar di
bawah ini. Terima kasih :)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar