Jumat, 16 Desember 2011

Menengok Keluar "Jendela"

Pertanyaan: Kira-kira, apa yang pertama kali anda lakukan ketika anda membeli sebuah pc ataupun laptop baru yang belum ada isinya (baca: sistem operasi) sama sekali? Saya yakin, kebanyakan dari kita akan menjawab “minta tolong ke mas/mbak penjual atau ke teman atau secara mandiri menginstall Windows”. Yang dimaksud menginstall windows ini tidak sekedar menginstall “OS Windows” semata, akan tetapi dibarengi dengan menginstall “teman-temannya”, semacam Microsoft Office, Corel, Photoshop, ACDsee, dan seabreg software lain yang terkadang kita sendiri tidak pernah menggunakannya. Proses menginstall Windows dan rekan-rekan ini sepertinya menjadi sebuah ritual bagi hampir sebagian besar pemilik pc atau laptop di Indonesia. Sebuah ritual yang sangat mahal, dan jika ini menjadi kebiasaan pengguna komputer di Indonesia, maka sebenarnya rakyat Indonesia jauh lebih kaya dari warga negara lain, bahkan Amerika sekalipun. Kok?
Mari kita lihat, sebenarnya seberapa mahal proses ritual tersebut.

Install Windows 7 Ultimate
Rp. 2.000.000
Install Corel Draw X5
Rp. 4.000.000
Install Adobe Photoshop CS3
Rp. 7.000.000
Install Microsoft Office 2010
Rp. 5.000.000
Total
Rp. 18.000.000

Wah, jumlah yang sangat fantastis bukan? Bisa dibayangkan, jika setiap orang yang membeli komputer menghabiskan uang sebanyak itu untuk “mengisi” komputer mereka, maka pendapatan mereka pastilah besar. Tapi ternyata tidak. Karena, di Indonesia semua itu bisa kita lakukan dengan modal enam ribu rupiah (dengan asumsi biaya menyewa satu cd Rp. 2000 dan ada promo sewa 3 bonus 1).
Ya, sebagian besar pengguna komputer di Indonesia telah sangat terbiasa menggunakan barang bajakan. Karena saya termasuk dari pengguna komputer tersebut, tentu saya termasuk dalam golongan yang terbiasa tersebut. Namun, itu dulu. Saat ini saya sedang dalam proses untuk bermigrasi ke lingkungan yang legal dan murah, bahkan gratis, yaitu ke lingkungan open source.
Ketika mendengar kata open source, orang sering mengasosiasikannya dengan linux. Dan ketika mendengar linux, sebagian besar orang akan membayangkan sebuah software yang susah dan rumit. Tidak sedikit pula pengguna komputer yang sama sekali tidak mengetahui tentang keberadaan linux. Dalam tulisan ini, saya tidak akan membahas mengenai linux (karena sejujurnya saya juga bukan ahli per-linux-an), namun saya akan mencoba untuk berbagi pengalaman dalam menggunakan salah satu distribusi linux. Semoga artikel yang saya susun ini bisa menghapuskan kesan susah ataupun angker dari linux, atau setidaknya sebagai sarana perkenalan para pembaca sekalian terhadap linux. Perlu diperhatikan bahwa tulisan ini dibuat bukan dengan tujuan untuk membandingkan kelemahan atau kelebihan satu sistem operasi dengan lainnya, akan tetapi untuk lebih mengenalkan sistem operasi alternatif bagi para pembaca yang ingin menggunakan software legal yang murah.

Saat ini di laptop saya terinstall sistem operasi berbasis linux yaitu Ubuntu versi 11.10. Lebih jauh mengenai ubuntu dapat dilihat di websitenya di www.ubuntu.com. Dalam artikel ini saya akan mencoba untuk memperkenalkan ubuntu kepada pembaca sekalian, termasuk didalamnya akan coba saya singgung sedikit mengenai beberapa software tambahan yang bisa mendukung pekerjaan.

Tampilan Desktop Ubuntu 11.10
Gambar diatas merupakan screenshot dari desktop ubuntu yang saya gunakan sehari-hari. Saya pribadi berpendapat bahwa saat ini desain dari desktop Ubuntu sudah bisa dibandingkan keindahannya dengan tampilan desktop dari sistem operasi lain. Para developer telah memperhatikan bahwa untuk mempopulerkan ubuntu perlu sebuah disain tampilan yang segar dan menarik.

Proses instalasi Ubuntu berbeda dengan proses instalasi Windows. Ketika kita menginstall ubuntu, kita sekaligus akan mendapatkan paket software yang berguna untuk mendukung pekerjaan tanpa harus melakukan proses instalasi tambahan. Software tersebut diantaranya adalah
  1. Libre Office: aplikasi office suite dengan fitur yang lengkap. Saat ini versi terbaru libre office adalah versi 3.4.4. Libre office memiliki kemampuan untuk membaca file-file microsoft office, baik versi 2003 (doc, ppt, xls) ataupun versi 2007 & 2010 (docx, pptx, xlsx). Kita tidak perlu menginstall linux untuk mencoba software ini karena Libre Office juga tersedia untuk Windows dan MacOS.
Tampilan Libre Office Writer
  1. Shotwell: software penampil file-file gambar / foto. Serupa dengan windows photo viewer ataupun ACDsee.
  2. Empathy: aplikasi instant messaging (IM) multiprotokol. Aplikasi ini mampu menampung akun dari berbagai media sosial seperti Yahoo!, gtalk, dan facebook.
  3. Firefox: software untuk menjelajah internet, sama persis dengan versi windowsnya
  4. Banshee & Totem Movie Player: software pemutar file audio dan video
  5. Document Viewer: software untuk membaca file pdf dan format buku digital lain.
Dan masih banyak lagi software tambahan yang membuat kita langsung bisa bekerja dengan Ubuntu.

Meskipun dalam paket instalasi Ubuntu telah disertakan beberapa software yang berguna, namun adakalanya kita perlu untuk mencari software spesifik yang sesuai dengan kebutuhan kita. Di lingkungan linux, sebagian besar software nya bersifat open source dan harganya gratis, sehingga jarang diketemukan cd yang berisi software linux. Kalaupun ada, saya sarankan anda untuk tidak membelinya, ya karena kita bisa mendapatkannya secara gratis di website developer software tersebut. Di Ubuntu, kita tidak perlu repot-repot mencari software tertentu lewat Google, karena telah disediakan sebuah aplikasi terpadu untuk mencari dan menginstall software yang kita perlukan. Aplikasi itu adalah Ubuntu Software Center (USC)


Tampilan Ubuntu Software Center
Kumpulan software yang disediakan di USC sangat lengkap. Beragam software tersedia untuk kita install, dan kebanyakan diantaranya gratis. Dalam USC, ragam software ini dikelompokkan berdasarkan fungsinya, misalkan untuk keperluan grafis, multimedia, perkantoran (office), permainan, dan sebagainya. Jadi kita tidak perlu khawatir tidak bisa menemukan software yang sering kita gunakan di Windows. Sebagai contoh, saya akan menampilkan software pengolah gambar yang ada di Linux. Kalau di Windows kita mengenal Photoshop dan Corel Draw, maka di Linux ada Gimp untuk mengedit foto dan Inkscape untuk menggambar vektor.

Tampilan GIMP

Tampilan Inkscape

Di tangan para profesional, kedua software gratisan tersebut mampu menghasilkan karya-karya yang tidak kalah bagusnya dengan hasil olahan software sejenis yang harganya cukup mahal. Jika anda tertarik untuk mempelajari, silahkan saja berkunjung ke website masing-masing

Secara umum, saya sangat menikmati bekerja menggunakan Ubuntu dan software opensource lainnya. Memang, ketika kita mencoba sesuatu yang baru dan diluar kebiasaan, kita harus melewati proses belajar lagi, dan terkadang hal itu cukup berat. Akan tetapi beratnya proses belajar itu sebanding dengan perasaan lega dalam hati karena pada akhirnya saya telah menggunakan software legal.

Saya adalah salah satu pengguna Ubuntu yang merasa puas dengan fitur yang ditawarkan. Namun tidak sedikit pula pengguna komputer yang pada akhirnya kapok untuk menggunakan sistem operasi berbasis Linux karena mendapatkan pengalaman yang tidak mengenakkan. Anda punya cerita tentang sistem operasi yang pernah anda gunakan?

Rabu, 14 Desember 2011

Pagi Hari : Antara Tidur dan Dzikir


Pagi hari, tatkala udara masih terasa dingin, menggoda seseorang untuk tetap berdiam di atas ranjang, meski adzan Subuh sudah berkumandang. Atau usai mengerjakan shalat Subuh, seolah betapa nikmat melanjutkan tidur atau bermalas-malasan. Padahal ada satu aktifitas yang semestinya dilakukan seorang muslim pada pagi hari. Yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam mengajarkan, agar kita berdzikir pada waktu pagi hari, bukan justru melanjutkan tidur.

Tidur pagi (setelah subuh) bukanlah kebiasaan yang baik. Orang-orang yang dikenal “menyukai” kasur hanyalah para bayi dan orang-orang sakit, serta para pengangguran. Untuk kelompok pertama dan kedua, tidur mereka lantaran karena kondisi. Sementara untuk golongan ketiga, karena tuntutan “profesi” yang dampaknya memupuk kemalasan.
Namun adakalanya, orang yang tidak termasuk dalam golongan di atas, menggandrungi ranjang sehabis shalat Subuh. Bahkan seolah-olah menjadi kurikulum tetap yang tidak bisa diganggu gugat. Oleh karenanya, tulisan ini ingin menggugah semangat kita untuk memulai aktifitas sedini mungkin, di pagi hari yang berudara segar.


Tidur Pagi Bukan Kebiasaan Para Salaf (Generasi Pendahulu Islam)

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya, dari Abu Wa’il Syafiq bin Salamah al Asadi, ia berkata:
Suatu hari, usai kami shalat Shubuh, kami pergi menemui ‘Abdullah bin Mas’ud. Kami mengucapkan salam di sisi pintu. Kami diizinkan masuk. Namun kami putuskan untuk menunggu sejenak (di luar).
Seorang budak berkata: “Tidakkah kalian masuk saja?”
Kami masuk, dan ia (Ibnu Mas’ud) sedang duduk bertasbih.
Dia bertanya: “Apa yang menghalangi kalian masuk, padahal sudah dipersilahkan?”
“Tidak apa-apa. Hanya saja kami mengira masih ada anggota keluarga yang masih tidur (sehingga kami tidak langsung masuk ke dalam),” jawab kami.
Ibnu Mas’ud berkata: “Kalian mengira keluarga Ibnu Ummu Abd (maksudnya ia sendiri) adalah orang-orang yang lalai?”
Ia meneruskan untuk bertasbih, sampai tatkala mengira matahari telah terbit, ia memanggil budaknya dengan bertanya: “Lihatlah, apakah sudah terbit?”
Budak itu melihatnya, tetapi belum terbit. Maka ia (Ibnu Mas’ud) meneruskan tasbihnya. Sampai ketika mengira matahari telah terbit, maka ia memerintahkan budak perempuannya: “Wahai, budak. Tolong lihat, apakah sudah terbit?”
Ia (budak itu) melihat, dan ternyata matahari sudah terbit. Maka Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhun berkata:
“Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan hari kami ini, tidak membinasakan kami dengan dosa-dosa kami”.[1]
Syaikh ‘Abdur Razzaq Al Badr berkata,”Dialog dalam atsar di atas mencerminkan gambaran secara jelas tentang kehidupan yang penuh dengan vitalitas dan tekad tinggi untuk mengoptimalkan waktu pagi hari di kalangan para salafush shalih, terutama para sahabat lantaran kedalaman ilmu din, sehingga mereka memberikan segala sesuatu pada tempatnya masing-masing.”[2]
Ketika Abu Wa’il dan kawan-kawannya datang kepada Ibnu Mas’ud, saat itu adalah waktu-waktu yang penuh berkah lagi berharga. Yaitu waktu untuk tekun dan melakukan dzikir kepada Allah, dan meningkatkan semangat menambah kebaikan. Hanya saja, tidak sedikit orang yang kurang memperhatikan. Waktu yang sangat berharga itu menjadi sia-sia, dilewatkan dengan tidur, bermalas-malasan dan patah semangat, atau disibukkan dengan perkara-perkara yang kurang bermanfaat. Apalagi jika mengawalinya dengan kegiatan yang diharamkan. Wal iyadzu billah!
Pagi hari laksana masa muda yang penuh dengan vitalitas, dan sore hari ibarat masa tua yang hanya menyisakan tubuh tanpa daya. Barangsiapa yang terbiasa dengan sesuatu kebiasaan pada masa mudanya, niscaya ia terbiasa mengerjakannya pada masa tuanya. Demikianlah, aktifitas seseorang pada pagi harinya akan mempengaruhi semangat kerja sepanjang harinya. Jika ia memulai dengan tekun, maka akan menyelesaikan harinya dengan penuh ketekunan. Jika mengawalinya dengan kemalasan, maka itulah yang akan dominan. Barangsiapa mampu mengendalikan hari, yaitu awalnya, niscaya seluruh harinya akan selamat dengan izin Allah. Dia akan ditolong untuk dapat mengerjakan kebaikan dan keberkahan. Ini seperti pepatah “harimu bagaikan ontamu, apabila yang pertama dapat engkau taklukkan, niscaya onta-onta di belakangnya akan mengikutimu”. Makna pepatah ini sejalan dengan pernyataan Ibnu Mas’ud Radhiyallahu a’nhu : “Segala puji bagi Allah yang telah membebaskan hari kami ini, tidak membinasakan kami dengan dosa-dosa kami”.


Tidur Pagi, BERBAHAYA!

Ibnul Qayyim berkata: “Di antara perkara yang dibenci di kalangan para salaf, yaitu tidur antara usai shalat Shubuh dan terbitnya matahari. Sebab, waktu-waktu itu adalah saat keberuntungan. Aktifitas yang dikerjakan pada waktu-waktu tersebut memiliki nilai istimewa. Bahkan kalau orang-orang telah berjalan semalam suntuk, mereka tidak diperbolehkan untuk beristirahat pada waktu tersebut sampai matahari terbit. Saat itu adalah permulaan hari dan kuncinya, waktu turunnya rejeki dan terjadinya pembagian rejeki dan barokah. Selain itu, (terhitung) saat itulah pergerakan hari bermula. Keadaan seluruhnya tergantung pada bagiannya. Maka seharusnya (kalau harus tidur), maka itu adalah tidur yang sifatnya darurat”.[3]
Telah diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas, ia melihat seorang anaknya tidur pada waktu pagi. Maka ia berkata,”Bangun, engkau tidur saat rejeki dibagi-bagikan”.[4]
Ibnul Qayyim mengingatkan kita: “Tidur pada pagi hari menghalangi datangnya rejeki. Sebab waktu pagi adalah saat pencarian rejeki oleh para makhluk. Pagi adalah waktu pembagian rejeki. Maka tidur pada waktu tersebut, akan menjadi penghambat menerima rejeki, kecuali karena alasan tertentu, atau kondisi darurat. (Tidur pagi hari) sangat berbahaya bagi jasmani, karena membuat malas badan dan merusak metabolisme yang diolah oleh tubuh. Akibatnya, (dapat) menyebabkan kegoncangan, kegelapan dan kelemahan fisik. Kalau itu terjadi sebelum buang air besar, bergerak dan olah raga serta menyibukkan lambung dengan sesuatu, maka itu merupakan penyakit berbahaya yang akan melahirkan berbagai penyakit”.[5]


Kekuatan Dzikir di Pagi Hari

Shalat Subuh menjadi kegiatan fardhu pertama bagi seorang muslim setiap harinya. Hikmahnya pun banyak. Hal ini bisa dirasakan oleh setiap muslimin yang tidak melewatkan ibadah pembuka ini secara berjamaah di masjid.
Ditambah lagi dengan ibadah sunnah yang mengiringinya, seperti dzikir pagi yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mengingatkan seseorang untuk senantiasa duduk tepekur mengingat Yang Maha Kuasa. Wirid-wirid dalam dzikir pagi tersebut mencakup berbagai makna agung. Di antaranya, pengakuan hamba sebagai makhluk yang lemah, pengakuan keesaan Allah ketika kita beribadah, penyerahan diri secara total kepada Allah, permohonan perlindungan kepada Allah dari segala bahaya. Ungkapan-ungkapan yang apabila diketahui dan dihayati, akan melahirkan keyakinan, optimisme dan meningkatkan semangat mengais kebaikan pada pagi itu. Ringkasnya, menekuni dzikir pada pagi hari akan melahirkan kekuatan dan semangat dalam menjalani aktifitas harian.
Ibnul Qayyim menceritakan,”Suatu kali, aku pernah menjumpai Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah usai melaksanakan shalat Shubuh. Dia duduk sambil terus melantunkan dzikir kepada Allah Ta’ala sampai separo siang. Kemudian ia menoleh kepadaku, seraya berkata,’Inilah aktifitas pagiku. Jika aku tidak mengamalkannya, kekuatanku jatuh, atau pernyataan yang hampir serupa dengan itu’.”[6]
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdoa memohon keberkahan bagi umatnya pada waktu pagi.
عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا قَالَ وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ أَوَّلَ النَّهَارِ وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا وَكَانَ إِذَا بَعَثَ تِجَارَةً بَعَثَهُمْ أَوَّلَ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ
“Dari Shakhr bin Wada’ah al Ghamidi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa: “Ya, Allah! Berkahilah umatku pada pagi harinya”. Jika mengirim pasukan ekspedisi atau pasukan perangnya, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus mereka di pagi hari. Dan Shakhr adalah seorang pedagang. Maka ia mengirim dagangannya pada pagi hari. Dia menjadi kaya dan hartanya melimpah”.

Dari uraian tersebut di atas, maka pantaslah bagi kita untuk memperhatikan, agar kita bisa memanfaatkan waktu pagi hari dengan dzikir, sehingga mampu meningkatkan produktifas. Tidak terbuai dengan tidur yang melalaikan dan menjauhkan dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Amr bin al ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Tidur ada tiga macam. Tidur orang rusak, tidur orang berakhlak, dan tidur orang dungu. Adapun tidur orang yang rusak kepribadiannya adalah tidur pada waktu dhuha, saat orang-orang menyelesaikan urusan-urusan mereka, sementara ia terlelap dalam tidurnya. Tidur orang yang bermoral, adalah tidur qailulah ketika pertengahan hari. Dan tidur orang yang pandir adalah tidur ketika waktu shalat datang”.[7]
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita, sehingga mampu merengkuh setiap kebajikan dan mengikuti manhaj Salafus Shalih dan pengamalan mereka. Wabilahit Taufiq. (mas)

[Diangkat dari kitab Fiqhul Ad'iyah wal Adzkar, Dr. Abdur Razaq bin Abdul Muhsin al Badr, Cetakan I, Tahun 1423, Kuwait]

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 10/Tahun IX/1426H/2005M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Alamat Jl. Solo-Puwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183]
________
Footnote.
[1]. Shahih Muslim (1/564).
[2]. Fiqhul Ad'iyah wal Adzkar (3/45).
[3]. Madariju as Salikin (1/308).
[4]. Atsar ini disebutkan oleh Ibnul Qayyim di dalam Zadul Ma'ad (4/241).
[5]. Zadul Ma'ad (4/242).
[6]. Al Wabil Ash Shayyib hlm. 85-86.
[7]. Diriwayatkan oleh Al Baihagi dalam Asy Syu'ab (4/182). Ibnu Al Muflih membawakannya dalam Al Adab Asy Syar'iyyah (3/162). 

Oleh
Ustadz Ashim bin Musthofa

sumber artikel :
http://almanhaj.or.id/content/2285/slash/0

Selasa, 13 Desember 2011

Tips Membeli Handphone



Dalam artikel dibawah ini, saya mencoba untuk mengelompokkan handphone berdasar kegunaannya. Di lain waktu, saya akan menuliskan tipe handphone berdasarkan sistem operasi yang ada di dalamnya. Selamat membaca, dan semoga bermanfaat.



Saya adalah seorang penggemar gadget, terutama handphone. Saya mendapatkan keasyikan tersendiri ketika menjelajah antarmuka (user interface) dari beragam merk handphone serta mengoprek sistem operasi yang disematkan didalam piranti tersebut. Saat masih lajang, saya rajin menabung agar bisa bergonta-ganti merk handphone. Setelah menikah, saya tidak lagi melanjutkan hobi saya tersebut dan lebih rajin menabung untuk masa depan keluarga. Walaupun saya tidak lagi mengkoleksi handphone, tidak ada salahnya saya berbagi tips membeli handphone. Semoga artikel ini bisa membantu pembaca untuk memilih handphone secara bijak.



Pentingnya memilih handphone sesuai dengan kebutuhan

Dewasa ini handphone tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, namun juga sebagai piranti hiburan, digital assistant untuk membantu menyelesaikan pekerjaan, bahkan sampai kepada fungsi yang tidak ada kaitannya sama sekali dengan teknologi yaitu sebagai piranti untuk eksis dan menunjukkan status sosial penggunanya. Dengan memilih handphone sesuai dengan kebutuhan, diharapkan kita tidak akan terjebak untuk membeli handphone hanya karena ingin dianggap gaul saja. Sayang sekali jika kita harus merogoh kocek dalam-dalam untuk membeli sebuah piranti yang tidak bisa kita manfaatkan untuk menunjang pekerjaan kita.



Berbagai fungsi handphone

Dilihat dari berbagai merk dan sistem operasi handphone yang ada di pasaran saat ini, maka berdasarkan fungsinya handphone dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :

  1. Handphone yang memiliki fungsi bisnis atau untuk membantu pekerjaan perkantoran, misalnya untuk editing file office, saling bertukar email untuk koordinasi pekerjaan, hingga sinkronisasi dengan sistem email kantor.
  2. Handphone yang memiliki fungsi hiburan semisal untuk memutar file video dan audio.
  3. Handphone yang memiliki fungsi dasar, cukup untuk menelpon dan mengirim pesan.


Berikut ini saya akan mencoba menguraikan fitur andalan dari masing-masing handphone berdasarkan fungsinya tersebut, tentu saja berdasarkan pendapat subyektif saya.


Sony Ericsson Xperia Pro
Handphone yang dimaksimalkan untuk fungsi bisnis (sering diistilahkan dengan hape kantoran / hape bisnis)

Hape bisnis dimaksudkan untuk memudahkan penggunanya untuk mengerjakan tugas-tugas kantor seperti mengedit laporan (file microsoft office), bertukar tugas melalui email, membaca file pdf, dan tugas lainnya. Untuk menjalankan semua tugas tersebut dengan baik, wajib bagi hape bisnis untuk memiliki spesifikasi yang cukup tinggi. Hape ini haruslah mampu menjalankan beragam aplikasi secara bersamaan (multitasking) dengan mulus. Konektivitas yang ada dalam hape kantoran musti komplit, mulai dari bluetooth, wifi, koneksi quadband dengan HSDPA bahkan 4G LTE, hingga teknologi transfer data terbaru yaitu NFC.

Beberapa contoh hape kantoran diantaranya Nokia E series (E7, E6), Sony Ericsson Pro Series (Xperia Pro, Xperia Mini Pro), BlackBerry Series (Bold, Onyx, Dakota, dsb).



Handphone yang dimaksimalkan untuk fungsi hiburan

Poin penting dari handphone tipe ini adalah pada layar (biasanya berukuran besar – touchscreen), stereo speaker, dan fungsi kamera dengan fitur komplit. Selain itu hape dengan fungsi hiburan mengedepankan kekuatan dari graphic card dan prosesor untuk menjalankan aplikasi 3D (game) secara lancar, layar dengan teknologi AMOLED untuk menampilkan gambar dengan jernih, output suara yang menggelegar, serta kamera dengan kemampuan capture gambar yang menyaingi kamera digital.

Contoh handphone jenis ini adalah iPhone, Samsung Galaxy SII, LG Optimus 2X, Sony Ericsson Xperia Play dan sebagainya.
 

Handphone yang memiliki fungsi dasar

Meskipun saat ini produsen handphone berlomba-lomba untuk menciptakan produk yang paling canggih, mereka tetap memperhatikan konsumen yang tidak tertarik untuk memiliki hape high end. Oleh karena itu produsen tetap mengeluarkan tipe handphone basic yang fungsinya cukup untuk menelpon dan sms saja, tanpa ada embel-embel fitur canggih lainnya. Jika ada fitur lainnya paling banter berupa fungsi akses internet, yang itupun juga secukupnya saja.

Contoh handphone jenis ini adalah Nokia 100, Sony Ericsson Spiro, Samsung C3322, dan sebagainya.



Memilih handphone yang sesuai dengan kebutuhan

Setelah mengetahui akan digunakan untuk apakah handphone yang akan kita beli tersebut, selanjutnya adalah menyesuaikannya dengan dana yang ada. Saran saya, sebaiknya pikirkan secara matang seberapa penting handphone tersebut bagi kita. Jangan sampai kita membeli handphone hanya karena gengsi semata, supaya dibilang gaul, atau sebagai alat untuk pamer. Alangkah baiknya jika kita membeli handphone yang memang benar-benar kita perlukan sehingga ketika semua teknologi dan fitur yang ada dalam handphone tersebut bisa kita pergunakan dengan maksimal.



Memilih hape bisnis

Menurut saya, hape bisnis seharusnya mampu membantu pekerjaan penggunanya, diantaranya untuk mengirim email dan mengedit laporan. Berdasarkan hal inilah saya lebih condong untuk memilih hape kantoran yang memiliki keypad qwerty. Dengan desain keypad ini pengguna diharapkan mampu mengedit dokumen dengan nyaman ataupun membalas email perusahaan dengan cepat. Mungkin sebagian orang menyukai hape dengan desain full touchscreen, namun dari pengalaman pribadi saya, kenikmatan mengetik dengan keypad “betulan” tidak bisa disaingi oleh virtual keypad, sebagus apapun desain virtual keypad tersebut.


Ketika bicara mengenai hape bisnis, maka di Indonesia, hal tersebut identik dengan BlackBerry (walaupun di beberapa forum dikatakan BlackBerry hapenya abg alay). Sebagai (mantan) pengguna, saya mengakui bahwa fitur yang ditawarkan BlackBerry memang sangat membantu pekerjaan. Namun tidak ada salahnya kita juga melihat fitur yang ditawarkan pesaing, terutama jika anda banyak berkutat dengan file-file microsoft office (word, excel, atau powerpoint). Untuk membantu pekerjaan, anda bisa mempertimbangkan untuk membeli hape dengan sistem operasi windows mobile. Saat ini versi windows mobile yang terbaru adalah versi 7.5 dengan patch mango. Keunggulan dari sistem operasi ini adalah sudah disertakannya aplikasi office versi mobile yang tentu memudahkan pengguna untuk bekerja secara seamless dengan file-file office yang ada di komputer. Contoh hape yang menggunakan sistem operasi ini diantaranya Nokia Lumia, Samsung Omnia 7, LG Optimus 7.



Memilih hape hiburan

Hape hiburan merupakan hape yang ditujukan untuk memaksimalkan pengalaman pengguna dalam menikmati file gambar, audio dan video, serta untuk menikmati aplikasi fun seperti bermain game. Untuk kepentingan seperti ini, saya menyukai hape hiburan dengan tipe full touchscreen dengan teknologi AMOLED atau yang sekelas dengan itu. Hape full touchscreen biasanya memiliki layar yang lega, sehingga kita bisa menikmati file gambar maupun video melalui layar hape dengan nyaman. Selain melihat fitur layar pada hape, perlu diperhatikan pula kecepatan prosesor serta jumlah memori (RAM) yang ada di dalam hape. Kedua hal ini akan berpengaruh pada kemampuan hape untuk memutar file video dengan mulus ataupun untuk bermain game tanpa lag.

iPhone 4S
Dalam memilih hape untuk tujuan entertainment, saya menjatuhkan pilihan pada dua sistem operasi yaitu Android dan iOS. Sistem operasi Android dapat ditemui pada beragam merk hape, diantaranya Samsung, Sony Ericsson, LG, dan HTC. Sedangkan iOS hanya bisa dijumpai pada jajaran perangkat produksi Apple (iPhone, iPad). Kedua sistem operasi ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing (yang akan saya bahas lain waktu). Alasan saya memilih dua platform ini sebagai sarana hiburan adalah dukungan aplikasi yang sangat banyak yang tersedia di “pasar aplikasi” masing-masing (Android Market & appstore). Dengan dukungan aplikasi yang melimpah, maka pengguna bisa memaksimalkan fungsi hiburan di hape mereka dengan menginstall beragam aplikasi sesuai dengan kebutuhan.



Back to basic

Sebagaimana yang telah saya tuliskan sebelumnya, alangkah bijaknya jika kita bisa memilih hape yang sesuai dengan kebutuhan dan tidak terjebak untuk membeli hape yang sebenarnya tidak terlalu berguna bagi kita. Saya pernah memiliki dan mencicipi beragam merk dan bermacam-macam sistem operasi hape. Pada akhirnya saya memilih untuk kembali pada fungsi dasar handphone, yaitu untuk menelpon dan sms. Dan seperti itulah hape yang saya miliki saat ini, cukup untuk menelpon dan sms, serta sesekali untuk melihat berita di internet lewat opera mini.

Untuk memilih hape tipe dasar seperti ini tidaklah sulit, cukup disesuaikan dengan dana yang kita miliki. Meskipun rata-rata hape basic berharga murah, namun kita sebagai konsumen juga harus pintar untuk memilih produk yang tidak murahan. Sesuai dengan fungsinya yaitu untuk menelpon dan sms, maka ada dua hal yang harus diperhatikan ketika membeli hape basic. Yang pertama adalah kenyamanan keypad untuk mengetik sms dan yang kedua adalah kejernihan output suara ketika digunakan untuk menelpon. Saya pribadi menyukai bentuk hape basic dengan bentuk keypad yang lebar dan menonjol seperti terdapat pada Nokia 100. Tapi tentu saja, semua itu kembali ke selera masing-masing.




Konklusi

Indonesia merupakan pasar yang potensial untuk produk handphone. Hal ini dapat dilihat dari berbagai acara launching produk yang diadakan oleh produsen hape, yang menjadikan Indonesia sebagai tempat peluncuran perdana untuk produk pilihan mereka. Beberapa hape elit yang diluncurkan pertama di Indonesia adalah Nokia E90 dan BlackBerry Bellagio. Bukan tidak mungkin produsen hape lain akan berlomba-lomba melaunching perdana produknya di Indonesia dengan berbagai tawaran diskon harga yang menggiurkan. Menyikapi hal ini, kita sebagai konsumen perlu mendewasakan diri dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai kita terjebak dengan tren yang sengaja diciptakan oleh produsen hape, yang pada akhirnya berujung pada penghamburan uang yang sebenarnya tidak perlu kita lakukan.



Extra

Artikel diatas merupakan pandangan subyektif saya pribadi, tentunya setiap orang memiliki pendapatnya sendiri-sendiri. Saya akan sangat senang jika pembaca mau meluangkan waktu untuk menuliskan pendapatnya pada kotak komentar di bawah ini. Terima kasih :)

Awal yang baru..


Waah.. iseng-iseng buka laman blog lama, ternyata masih ada :)
  
{ngomong sendiri_start >Tadinya ingin mendaftar untuk membuka blog baru, tapi karena yang lama masih ada ya sekalian saja meneruskan tulisan yang lama. Saat membaca tulisan sendiri 3 tahun yang lalu, rasanya aneh sekali.. ketika dibandingkan dengan gaya tulisan saat ini, rasanya seperti melihat tulisan dari dua orang yang berbeda.. >ngomong sendiri_end}

 
Nah, pembaca sekalian (setelah bergumam sendiri, ehm) izinkan saya untuk memperkenalkan diri. Nama saya Agung, seorang calon ayah dari sebuah desa di pojok utara magelang. Melalui blog ini, saya ingin berbagi informasi mengenai hal-hal yang saya anggap menarik. Kebetulan saya seorang penggemar teknologi, jadi mungkin isi blog saya sebagian besar diwarnai dengan artikel mengenai perkembangan teknologi. Namun tidak menutup kemungkinan akan banyak artikel-artikel lain diluar tema tersebut yang akan saya bagi kepada pembaca sekalian. Semoga artikel yang saya tulis bisa memberi manfaat bagi siapa saja yang membacanya.. Aamiin..

Happy reading :)