Rabu, 03 September 2008

Ramadhan...

Saya ini bukan termasuk orang yang religius. Kehidupan beragama saya bisa dibilang biasa-biasa saja. Bagai sayur tanpa garam, istilahnya. Tapi entah kenapa setiap masuk bulan ramadhan, saya jadi sensitif soal agama. Saya jadi sering merenung, berpikir tentang tingkah laku saya di dunia ini. Apakah yang saya lakukan sudah benar? sudah cukupkah waktu saya untuk mengabdi kepada Tuhan? cukupkah amal perbuatan yang saya lakukan? dan sebagainya..

Ramadhan kali ini benar-benar menantang pikiran dan emosi saya. Saya sangat tergugah untuk membaca banyak literatur agama, namun di sisi lain setiap kalimat yang saya baca seolah-olah menunjukkan betapa saya tidak peduli tentang agama yang saya anut, betapa kurangnya pengetahuan saya tentang sejarahnya, dan betapa minimnya ibadah yang saya lakukan. Contohnya, saya baru tahu kalau ternyata ramadhan adalah bulan ke sembilan dari kalender hijriyah. Ironis sekali. Padahal tiap tahun saya melakukannya dengan suka cita, tapi tidak mau belajar tentangnya. Kalau dianalogikan seperti kita mau meminang seseorang tapi tidak tahu nama, keluarga, dan alamat orang yang akan kita lamar.

Saya lihat, selama ini ibadah dan kewajiban agama yang kita lakukan cenderung bersifat habbit, kebiasaan, wes kulino. Kita sholat karena dari dulu kita melihat orang tua kita sholat, kita puasa karena orang tua kita juga puasa, kita ngaji karena orang tua kita menitipkan kita ke tpa, etc. Bagi anak kecil, hal ini tentu wajar, toh mereka juga butuh figur yang bisa mereka tiru. Tapi apa iya kita selamanya mau meniru tanpa melakukan pembelajaran? Mau sampai kapan? Saya kira sudah saatnya, sebagai manusia dewasa, kita belajar lebih dalam mengenai ibadah yang kita lakukan. Mencoba untuk mengetahui intisari dari ibadah yang kita lakukan, mencoba untuk mempelajari sejarah agama yang kita anut, mencoba untuk lebih mengenal tokoh-tokoh penting yang berperan dalam menyebarluaskan agama, dan mencoba untuk lebih banyak merenungi perbuatan yang kita lakukan di dunia ini.

Sekali lagi, saya ini bukan orang yang religius, bukan ustadz, kyai, atau lulusan pondok pesantren. I'm an average man, sama seperti njenengan-njenengan sekalian. Tulisan yang saya bikin bukan bermaksud untuk menggurui. Saya cuma ingin sharing saja, toh para blogger sekalian juga melakukan hal yang sama kan? :D

Tidak ada komentar: