Ramadhan tahun ini saya lewatkan bersama keluarga di rumah. Meskipun agak membosankan, tapi saya merasa lebih mudah untuk mengontrol diri dibandingkan dengan ketika menjalankan puasa di Jogja. Saya masih ingat, bagaimana susahnya menjalankan puasa di kos-kosan. Mau berangkat tarawih beratnya minta ampun, padahal masjid cuma beberapa meter jaraknya. Mau beli sahur malasnya minta ampun, padahal ke warung cuma lima menit. Belum lagi suasana di kampus. Niatnya sih baik, ke kampus untuk kuliah biar puasa ngga terasa, tapi sampai di kampus mata kita sudah di'bombardir' dengan pemandangan para cewek dengan busana ketat, apalagi saya kuliah di fakultas psikologi yang notabene banyak ceweknya, hampir impossible untuk menghindarkan pemandangan yang demikian. Singkat kata, suasana puasa di Jogja hampir tidak memiliki kesan apapun pada dimensi spiritual saya (wadoww). Saya ini bukan orang yang religius (lulusan pondok dsb), tapi saya tetep ingin di bulan ramadhan saya bisa membasuh jiwa saya yang kotor dimakan gemerlapnya dunia di bulan-bulan lain. Salahsatu caranya ya dengan menjalankan ibadah puasa dengan benar, dan itu saya dapatkan di rumah.
Saya tinggal di pinggiran kota (kabupaten), jadi akses menuju tempat hiburan sangat minim. Meskipun kedengarannya membosankan, tapi suasana seperti ini sangat kondusif bagi saya yang menginginkan bisa melaksanakan puasa dengan baik. Saya bisa rutin tarawih, atau subuh berjamaah di masjid. Mata saya juga ngga bisa jelalatan lihat 'pemandangan' seperti yang biasa ada di kota. Kondisi di rumah juga lebih tenang, lebih dingin, istilah orang jawa lebih ayem. Malamnya, speaker toa yang terpasang di musholla-musholla desa, menyuarakan orang yang sedang tadarus. Ada anak kecil, ada bapak-bapak, saling bersahut-sahutan membuat ramai suasana malam, dan kadang, membuat saya tersenyum sendiri. Bikin hati jadi merasa kangen..
Saya merasa beruntung diberi kesempatan sama Gusti Alloh untuk bisa kembali menjalankan puasa di rumah. Masih diberi kesempatan untuk ndandani kesalahan yang saya perbuat di masa lalu sekaligus melepas dahaga jiwa. Saya berharap, semoga njenengan sekalian bisa mendapatkan ketentraman hati selama bulan ramadhan ini, dimanapun njenengan sekalian berpuasa..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar