As a proud Ubuntu user, saya mencoba untuk menghormati distro dan OS lain. Saya ini bukan Ubuntu atau Linux fanboys yang sembarangan nge bash distro lain atau produk Microsoft Windows di berbagai forum. Saya hormat dengan Windows, dan saya juga yakin kalo dominasi windows terhadap dunia tidak melulu disebabkan oleh strategi marketing mereka yang kadang urik. Saya ngefans sama Apple, dan saya anggap produk mereka merupakan hasil seni, lifestyle, yang bisa menaikkan derajat njenengan beberapa tingkat waktu hotspotan di starbucks :). Sayangnya saya ngga punya cukup duwit untuk beli produk mereka yang sangat eksklusif sekali (silahkan saja njenengan coba install Leopard ke laptop atau pc biasa, dijamin ngga muluss). Akhirnya, karena saya : 1. nda mau pake windows bajakan (takut laptopnya dirazia), 2. eman untuk keluar uang buat beli lisensi windows asli, 3. ngga punya duwit untuk beli macbook (hiks, macbook, my everlasting dream), maka saya beralih ke Linux, dan jujur, saya nda pernah sekalipun pengen coba lagi install windows di laptop saya ini.
Penasaran dengan Linux? mari saya kenalkan :D. Linux bukanlah sistem operasi secara keseluruhan (banyak perdebatan soal ini, mohon dikoreksi jika salah..). Ia merupakan kernel, jembatan penghubung, moderator antara hardware anda dengan sistem operasi (mungkin kalo di Windows registrinya kali ya? atau dll? atau inf? mohon maaf sekali lagi jika salah..). Oleh penciptanya (Linus Torvalds), Linux dibebaskan dari segala macam komersialisasi alias gratisss tis tiss. Saat ini mungkin ada yang ngomong, la kemaren saya beli cd linux di studio one tetep bayar. Eitss, jangan salah boss, yang anda bayar itu bukan Linuxnya atau distronya, tapi biaya ganti cd sama laba dari studio one sendiri. Uang njenengan ngga pernah sampai ke abang Linus atau ke distributor yang bersangkutan.
Dikarenakan sifatnya yang gratis, banyak hacker yang penasaran dengan Linux ini, kemudian mencoba untuk mengkustomisasinya sesuai dengan kebutuhan mereka sendiri. Inilah yang kemudian disebut distro. Distro Linux bermacam jenisnya, ada yang sangat gampang (seperti Ubuntu, mandriva), sangat indah (openSUSE, dreamLinux), sangat sulit (slackware), sangat minimalis (ratpoison), dan sangat lain-lainnya (silahkan lihat www.distrowatch.com untuk referensi lebih lanjut). Rata-rata dari distro ini juga bersifat gratis. Mungkin ada yang ngacung trus bertanya, la itu di websitenya mandriva ato openSUSE ko ada yang versi berbayar? Nah, yang versi berbayar biasanya dilengkapi dengan software nonfree (semisal dvd codecs atau windows media codec), ataupun costumer service. Jadi Linux nya sendiri tetep gratis, uang yang anda bayarkan ya untuk pelayanan ekstra dari distro yang bersangkutan.
Selain pilihan distro yang variatif, Linux juga menawarakan berbagai macam Desktop Environment. Ini merupakan lingkungan kerja di komputer njenengan, tempatnya berbagai macam icon, wallpaper, dsb. Kalau di Windows kita kenalnya ya cuma satu itu, dengan Start Button (XP) atau Windows Orb (vista), sistem tray, wallpaper bliss atau aurora, dll. Trus kalo di mac ya ada panelnya, docknya, etc. Kalau di Linux kita bisa milih Desktop kita, mau yang simpel (gnome), atau yang mewah (KDE 4.1), yang ringan (XFCE, enlightenment) atau bahkan yang super ringan (fluxbox, openbox, dll).
Too much choice? Bingung dengan pilihan anda? Silahkan anda kunjungi website masing-masing distro atau dekstop environment untuk mengetahui which flavor are you.. Happy exploring ^_^
* linux disini merupakan singkatan dari GNU/Linux
** content dari web yang bersangkutan merupakan hak cipta dari developer masing-masing, penulis tidak bertanggung jawab apabila ada gambar atau kalimat yang bisa dianggap offensif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar